JAKARTA - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) angkat bicara ihwal pengangkatan Wakil Menteri BUMN Budi Gunadi Sadikin sebagai Menteri Kesehatan.
Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga mengatakan, saat ini pihaknya belum mengetahui siapa pengganti Budi Gunadi Sadikin karena hal itu merupakan hak prerogatif Presiden Jokowi. Arya pun menyerahkan bangku Wamen I BUMN kepada wewenang Presiden.
Baca Juga: 4 Menteri Ekonomi Baru Jokowi, Risma dan Sandiaga Masuk Kabinet
"Wamen BUMN setelah Pak Budi ya tetap diserahkan kepada Pak Jokowi, karena itu kewenangan Pak Jokowi. Siapapun orangnya itulah kewenangan Pak Jokowi, dan kita pun mengikuti keputusan Pak Jokowi," ujar Arya kepada wartawan, Selasa (22/12/2020)
Budi Gunadi Sadikin, ramai disebut akan menggantikan Terawan Agus Putranto sebagai Menteri Kesehatan (Menkes). Budi adalah sosok yang dikenal ikut andil dalam proses berburu vaksin Covid-19 untuk Indonesia.
Baca Juga: Wahyu Trenggono Jadi Menteri Kelautan dan Perikanan, Cek Sepak Terjangnya
Saat ini, Budi merupakan Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), mendampingi Menteri Erick Thohir mengembangkan ratusan perusahaan pelat merah. Pria kelahiran 8 Juli 1964 itu sebelumnya pernah menjabat Direktur Utama (Dirut) Inalum hingga Dirut Bank Mandiri.
Budi adalah lulusan sarjana dari Institut Teknologi Bandung (ITB) di Bidang Fisika Nuklir pada 1988. Setelah itu, dia juga menempuh sertifikasi sebagai Chartered Financial Consultant (CHFC) dan Chartered Life Underwriter (CLU) dari Singapore Insurance Institute pada 2004.
Dia juga mengikuti berbagai program seperti 'Strategic Thinking and Management for Competitive Advantage Program’ dari Wharton University of Pennsylvania pada 2008, dan berbagai program lainnya hingga ‘Executive Education Risk Management in Banking’ dari INSEAD pada 2012.
Karier Budi dimulai pada 1988, dengan menjadi Staf Teknologi Informasi di IBM Asia Pasifik, Tokyo, Jepang. Kemudian dipindah ke IBM Indonesia dengan jabatan terakhir sebagai Systems Integration and Professional Services Manager.
Setelah itu, Budi melanjutkan kariernya di berbagai bank, mulai dari Bank Bali pada 1994 dengan beberapa jabatan di antaranya General Manager Electronic Banking hingga Chief General Manager Human Resources sampai pada 1999.
Kemudian bergabung dengan ABN Amro Bank Indonesia dengan jabatan terakhir sebagai Direktur Consumer dan Commercial Banking (Senior Vice President), untuk ABN AMRO Bank Indonesia & Malaysia hingga 2004.
Lalu pindah ke Bank Danamon dan menjabat Executive Vice President Consumer Banking, juga pernah menjadi Direktur di Adira Quantum Multi Finance. Kemudian Budi bergabung di Bank Mandiri sebagai Direktur Micro and Retail Banking.
Pada 2013 Budi diangkat menjadi Direktur Utama Bank Mandiri hingga 2016. Lalu pada 2016, dia ditunjuk menjadi Staf Khusus Menteri BUMN, dan aktif menjadi Anggota Dewan Penasehat Asosiasi Fintech Indonesia sebelum akhirnya mendampingi Erick Thohir.
(Feby Novalius)