Online Shop Laris Manis, Transaksi Harbolnas 2020 Diprediksi Rp11,6 Triliun

Oktiani Endarwati, Jurnalis · Rabu 23 Desember 2020 12:20 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 23 622 2332716 online-shop-laris-manis-transaksi-harbolnas-2020-diprediksi-rp11-6-triliun-oTE9hU88zT.jpg Belanja Online (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) 2020 mencatatkan nilai transaksi sebesar Rp11,6 triliun. Angka tersebut di atas target yang dipasang Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) sebagai penyelenggara.

Nilai transaksi ini tercatat dalam hasil survei yang dilakukan perusahaan riset ternama di Indonesia, Nielsen Indonesia. Survei digelar sepanjang penyelenggaraan Pesta Diskon Tahunan 12.12 ini pada 11 dan 12 Desember 2020. Nielsen melakukan pemantauan penuh selama dua hari tersebut.

Baca Juga: Miris! Hanya 7% Produk Lokal di E-Commerce, Selebihnya Barang Impor

Ketua Umum Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) Bima Laga mengatakan, optimismenya pada pertumbuhan ekonomi Indonesia dari sektor digital, terutama industri ecommerce. "Menilik hasil survei, perekonomian Indonesia terbilang kuat dan punya potensi untuk bangkit lebih cepat," ujarnya pada acara peluncuran hasil survei penyelenggaraan Harbolnas 2020, Rabu (23/12/2020).

Baca Juga: Belanja Dulu Bayar Nanti? Pertimbangkan Hal ini

Menurut dia, dengan dorongan dari para pelaku industri digital ini menumbuhkan optimisme bahwa ekonomi digital bisa memberi sumbangsih besar pada pertumbuhan ekonomi Indonesia. Apalagi tahun ini terjadi peningkatan transaksi terhadap produk lokal. "Dengan dorongan dari para pelaku industri digital, saya menyambut positif persebaran konsumen Harbolnas kali ini yang mengalami kenaikan," imbuhnya.

Director of Nielsen Indonesia Rusdy Sumantri menyambut positif kenaikan nilai transaksi tahun ini meski ada pandemi Covid-19. "Di saat pandemi, konsumen masih memiliki daya beli yang cukup tinggi, Harbolnas 2020 mematahkan semua keraguan itu," ujarnya.

Menurut dia, sangat mungkin selama ini masyarakat sebagai konsumen menahan diri untuk membeli produk yang di luar kebutuhan utamanya. "Kebutuhan utama setiap konsumen pasti berbeda, dan ketika ada momen dengan tawaran ragam promo menarik di Harbolnas tahun ini, mereka pun lebih antusias dan tak lagi menahan diri untuk melakukan pembelian," tuturnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini