IHSG Anjlok 1,57%, Pemicunya Jenis Baru Virus Covid-19

Aditya Pratama, Jurnalis · Sabtu 26 Desember 2020 16:42 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 26 278 2334195 ihsg-anjlok-1-57-pemicunya-jenis-baru-virus-covid-19-vt4k98CuZq.jpeg Indeks Harga Saham Gabungan (Ilustrasi: Shutterstock)

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 1,57% ke level 6.008 meninggalkan level 6.100 pada periode perdagangan sepekan. Pada penutupan pekan sebelumnya indeks berada di level 6.104.

Direktur PT Anugerah Mega Investama, Hans Kwee menyebut, terkoreksinya IHSG pada pekan ini disebabkan adanya temuan varian baru Covid-19 di sejumlah negara yang mempengaruhi sentimen di pasar modal Indonesia.

Baca Juga: Jelang Libur Natal, IHSG Sepekan Melorot 1,57%

"Varian baru dari Covid-19 sempat menyebabkan pasar agak panik, orang khawatir takutnya varian baru ini proteinnya tidak dikenali oleh vaksin sehingga butuh waktu lagi untuk melakukan penelitian tentang vaksin sehingga pasar agak panik," ujar Hans saat dihubungi MNC Portal, Sabtu (26/12/2020).

"Tapi, varian baru dari Covid-19 itu nampaknya masih dalam penelitian bahwa pakar dunia menyatakan bahwa proteinnya masih sama sehingga vaksin akan efektif," sambungnya.

Baca Juga: IHSG Anjlok Jelang Libur Natal, Yusuf Mansur: Pastikan Itu Duit Halal

Hans menambahkan, faktor lain yang ada pada pekan sebelumnya datang dari pembicaraan mengenai Brexit, karena seperti banyak diberitakan Brexit sulit mencapai kesepakatan sehingga pasar terkoreksi.

"Tapi pekan depan akan berbeda karena pertemuan di sebelum natal nampaknya mereka hampir menyepakati tentang Brexit, artinya Inggris akan keluar dengan satu kesepakatan dari Uni Eropa sehingga sentimen negatif itu berkurang," kata dia.

Selain itu, pekan lalu indeks secara global juga dibuat cemas menanti stimulus fiskal Amerika Serikat. Sebab, setelah lolos di senat lalu ada kabar yang mengatakan bahwa Donald Trump sangat mungkin melakukan voting untuk menggagalkan paket stimulus karena bantuannya hanya sebesar 600 dolar AS padahal Trump menginginkan di angka 2.000 dolar AS.

"Itu jadi sentimen yang mengkhawatirkan pasar tetapi ada statement yang menyatakan bahwa Trump tidak bisa memvoting itu apalagi masa kerja dia sisa 25 hari lagi," ucapnya.

Hans menyebut, untuk pekan depan IHSG diperkirakan akan mencatatkan pertumbuhan positif, di mana hasil uji coba vaksin Sinovac di Turki mencatatkan hasil 91,25% tingkat efektivitasnya.

"Cukup bagus karena seluruh vaksin yang kita (Indonesia) beli kemarin ini jadi sentimen positif bagi kita, tapi butuh waktu sampai vaksin diterima," tuturnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini