"Nah dengan membatasi pembiayaan ini kan berarti perbankan ingin meredam risiko seperti NPL yang diprediksi akan semakin tinggi, kemudian kredit macet, ini lah yang saya kira menjadi pilihan yang sulit ya," ucapnya.
"Di satu sisi sebenarnya properti masih menjadi sektor yang prospektif dalam membangun Indonesia, tapi di tengah pandemi ini terlihat bahwa sektor properti mengalami kenaikan yang harus menjadi perhatian," sambungnya.
(Feby Novalius)