Proyek Baterai Kendaraan Listrik Rp142 Triliun di Indonesia Segera Dimulai

Antara, Jurnalis · Rabu 30 Desember 2020 12:52 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 30 320 2336214 proyek-baterai-kendaraan-listrik-rp142-triliun-di-indonesia-segera-dimulai-RnFL4Gj8Kq.jpg Kepala BKPM (Foto: Setkab)

Ada pun lokasi pabrik nantinya akan dibagi dua, di mana pembangunan smelter dan tambang akan ditempatkan di Maluku Utara sementara produksi prekursor dan katoda serta sebagian baterai sel akan ditempatkan di Kawasan Industri Terpadu Batang, di Jawa Tengah.

Rencananya, sebagian baterai yang dihasilkan dari proyek ini akan disuplai ke pabrik mobil listrik pertama di Indonesia yang sudah lebih dahulu ada dan dalam waktu dekat akan segera memulai tahap produksi.

"Karena Batang ini kawasan industri strategis untuk dikembangkan. Di sana nanti terjadi perpaduan investor asing, BUMN, pengusaha nasional, pengusaha nasional di daerah dan UMKM," katanya.

Bahlil menambahkan pembangunan pabrik akan dimulai pada semester pertama 2021.

"Ini tidak lama-lama, kemungkinan akan groundbreaking pada semester pertama 2021. Jadi ini bukan MoU-MoUan, 2021, semester pertama insya Allah tahap pertama sudah mulai dilakukan pembangunan pabrik," pungkasnya.

Pengembangan industri baterai listrik terintegrasi merupakan langkah konkret yang sesuai dengan target Presiden Jokowi untuk mendorong transformasi ekonomi menuju Indonesia Maju 2045. Hilirisasi pertambangan adalah salah satu wujud transformasi tersebut.

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini