Pasar Obligasi Bisa Jadi Pilihan Investor di Tahun Baru

Michelle Natalia, Jurnalis · Jum'at 01 Januari 2021 11:38 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 01 622 2337256 pasar-obligasi-bisa-jadi-pilihan-investor-di-tahun-baru-dWjZYaHGF9.jpg Investasi Obligasi. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Di tengah kondisi pandemi yang mempengaruhi ekonomi, kinerja pasar obligasi sepanjang tahun ini berhasil mencatatkan kinerja positif. Faktor apa yang mendukung kinerja pasar obligasi?

Director & Chief Investment Officer, Fixed Income PT Manulife Aset Manajemen Indonesia Ezra Nazula mengatakan Pasar obligasi mencatat kinerja yang baik tahun ini, mengacu pada indeks obligasi BINDO per akhir November pasar obligasi mencatat penguatan 12,68%.

Baca Juga: Kemenkeu Jual Obligasi Langsung ke BI, Ini Caranya

"Dalam kondisi ketidakpastian ekonomi, kelas aset obligasi menjadi salah satu pilihan bagi investor untuk mengurangi tingkat risiko portofolio. Secara umum kinerja pasar obligasi didukung oleh beberapa faktor," kata Ezra di Jakarta, Jumat (1/1/2021).

Baca Juga: 4 Obligasi Rp2,41 Triliun Listing di BEI, Ini Daftarnya

Faktor pertama adalah tren penurunan suku bunga secara global termasuk di Indonesia. Kondisi ini menjadi iklim yang suportif bagi pasar obligasi, terutama bagi investor yang mencari yield lebih menarik di tengah tren penurunan suku bunga.

Faktor kedua adalah stimulus dari bank sentral yang meningkatkan likuiditas di sistem finansial. Tingginya likuiditas di sistem finansial meningkatkan permintaan untuk obligasi, karena perbankan yang mengalami kelebihan likuiditas dapat memarkir dananya di obligasi.

Faktor ketiga adalah bank sentral dan pemerintah yang berhasil menjaga kredibilitas. Peranan otoritas dan regulator dalam menerapkan kebijakan yang tepat dan kredibel sangat penting untuk menjaga keyakinan pasar di tengah kondisi pasar yang volatil.

Secara umum pemerintah dan Bank Indonesia berhasil melakukan hal tersebut, terlihat dari permintaan investor domestik yang kuat dan investor asing yang mulai kembali masuk ke pasar obligasi Indonesia.

"Kami melihat 2021 sebagai tahun pemulihan ekonomi, melanjutkan tema dari semester II-2020 di mana data ekonomi mulai menunjukkan perbaikan. Secara makroekonomi kami melihat beberapa faktor yang dapat menjadi tema utama pasar di tahun 2021," tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini