Fakta Utang Sudah Menumpuk, 2021 Kemenkeu Akan Tambah Lagi

Taufik Fajar, Jurnalis · Minggu 03 Januari 2021 07:25 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 02 320 2337633 fakta-utang-sudah-menumpuk-2021-kemenkeu-akan-tambah-lagi-jfAAUOYudp.jpeg Utang Luar Negeri Indonesia. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Pemerintah fokus menyelesaikan tantangan domestik akibat virus corona dalam waktu dekat. Kerja sama global pada akhirnya sangat penting untuk mengamankan pemulihan yang berkelanjutan dan inklusif

Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani pun berencana menambah utang Indonesia pada tahun ini. Berikut fakta Sri Mulyani akan tambah utang lagi tahun ini yang telah dirangkum oleh Okezone, Minggu (3/1/2021):

1. Kemenkeu Dapat Utang Baru Rp342 Triliun

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menargetkan dapat memperoleh utang baru Rp342 triliun melalui lelang Surat Utang Negara (SUN) hingga kuartal I-2021.

2. Utang RI untuk Target Pembiayaan APBN 2021

Nantinya lelang Surat Utang Negara (SUN) akan dilakukan dalam mata uang Rupiah untuk memenuhi sebagian dari target pembiayaan dalam APBN 2021.

"Pelaksanaan lelang dilakukan berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 168/PMK.08/2019 tentang Lelang Surat Utang Negara di Pasar Perdana Domestik (PMK No. 168/PMK.08/2019) dan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 38/PMK.02/2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Keuangan Negara untuk Penanganan Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) dan/atau Menghadapi Ancaman yang Membahayakan Perekonomian Nasional dan/atau Stabilitas Sistem Keuangan (PMK No. 38/PMK.02/2020)," tulis keterangan dari Dirjen Pengelolaan Pembiyaaan Resiko di Jakarta, Rabu (30/12/2020).

3. Lelang Bakal Dilakukan Selama Januari 2021

Berdasarkan kalender penerbitan SBN di Kementerian Keuangan (Kemenkeu), lelang akan dilakukan setiap pekan. Selama Januari 2021, lelang akan dilakukan pada tanggal 5,12,19,26. Sementara di Februari akan dilakukan pada tanggal 2,9,16,23 dan pada tanggal 2,9,16,23,30 Maret 2021.

Penjualan SUN tersebut akan dilaksanakan dengan menggunakan sistem pelelangan yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia. Lelang bersifat terbuka (open auction), menggunakan metode harga beragam (multiple price).

4. Pemenang Lelang Bakal Ajukan Tawaran Pembelian kompetitif

Pemenang lelang yang mengajukan penawaran pembelian kompetitif (competitive bids) akan membayar sesuai dengan yield yang diajukan. Pemenang lelang yang mengajukan penawaran pembelian non-kompetitif (non-competitive bids) akan membayar sesuai dengan yield rata-rata tertimbang (weighted average yield) dari penawaran pembelian kompetitif yang dinyatakan menang.

Pemerintah memiliki hak untuk menjual ketujuh seri SUN tersebut lebih besar atau lebih kecil dari jumlah indikatif yang ditentukan.

5. Jumlah Utang Negara

Posisi utang Pemerintah per akhir November 2020 berada di angka Rp5.910,64 triliun dengan rasio utang pemerintah terhadap PDB sebesar 38,13% .

Utang pemerintah kembali meningkat per Oktober 2020. Jumlahnya mencapai Rp5.877,71 triliun atau meningkat Rp1.121,58 triliun jika dibandingkan periode yang sama tahun 2019 yang totalnya mencapai Rp4.756,13 triliun.

6. Upaya Sri Mulyani Kurangi Utang

Sri Mulyani mengatakan kolaborasi internasional yang terpadu diperlukan untuk mengelola tsunami utang yang akan datang akibat pandemi.

"Banyak negara telah berjuang dengan beban hutang yang tidak berkelanjutan sebelum krisis dan dibutuhkan kerjasama global untuk menghindari penurunan peringkat kredit dan gelombang krisis hutang negara di bulan-bulan mendatang," kata Sri Mulyani.

Kata dia dengan kapasitas fiskal yang semakin sempit di mana-mana, reformasi untuk meningkatkan kualitas belanja publik menjadi semakin penting.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini