Bursa Berjangka Jakarta Dibuka, Apa Keuntungannya?

Taufik Fajar, Jurnalis · Selasa 05 Januari 2021 12:24 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 05 278 2339081 bursa-berjangka-jakarta-dibuka-apa-keuntungannya-LwIbqII0op.jpg Bursa Berjangka Komoditas Dibuka. (Foto: Okezone.com/Reuters)

JAKARTA - Perdagangan Perdana Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) dibuka awal pekan ini. Sosialisasi terhadap terhadap Bursa Berjangka Komoditas pun terus ditingkatkan

Menurut Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga, pasar berjangka komoditas penting untuk menunjang kinerja perdagangan komoditas di Indonesia. Keterlibatan masyarakat sebagai investor akan memberikan dampak yang saling menguntungkan antara dunia usaha dalam negeri dengan masyarakat itu sendiri.

Baca Juga: Pertama Kali, Air Dijual di Bursa Berjangka

“Sosialisasi harus ditingkatkan, khususnya di kalangan muda agar mereka tahu manfaat dari Bursa Berjangka Komoditas,” katanya, dalam keterangan tertulisnya, Selasa (5/1/2021).

Jerry menekankan, sebagaimana pasar saham, Bursa Komoditas menjanjikan keuntungan dan bisa dimanfaatkan peluangnya oleh masyarakat. Keterlibatan masyarakat yang semakin besar tentu akan menjadi daya ungkit bagi perdagangan komoditas yang akhirnya menggairahkan ekonomi dan memberikan keuntungan bagi seluruh masyarakat.

Baca Juga: Bursa Berjangka Jakarta Rombak Direksi & Komisaris

“Jadi keuntungannya riil, baik langsung maupun tak langsung. Dan ini akan meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” tuturnya,

Menurut Jerry sosialisasi kesadaran terhadap pasar berjangka komoditas bisa dimulai di kampus-kampus. Ini karena mahasiswa dan dosen biasanya punya pandangan yang luas dan terbuka terhadap hal-hal baru.

Dengan demikian mereka akan mendapat masukan bahwa pasar berjangka komoditas bisa menjadi peluang bagi mereka di samping meningkatkan kesadaran untuk menggairahkan ekonomi nasional. Dengan jumlah mahasiswa da pelajar yang banyak, mereka bisa membawa trend keikutsertaan dalam pasar berjangka komoditas.

Pada tahun 2020 pasar Berjangka Komoditas Indonesia, menurut catatan Bappebti, meraih transaksi penjualan sebesar 9,5 juta lot. Pada tahun 2021 ini, ditargetkan jumlahnya meningkat menjadi 11 juta lot. Peningkatan ini dipandang akan meningkatkan pula gairah pelaku usaha di sektor perdagangan komoditas. Dengan besar dan beragamnya potensi pasar komoditas Indonesia, diharapkan ekstensifikasi komoditas yang terlibat juga diharakan semakin banyak.

Lebih lanjut menurut Jerry, pemerintah mengajak agar pelaku usaha memandang optimis tahun 2021. Hal ini didasarkan telah dimulainya proses vaksinasi sehingga hambatan-hambatan yang berkaitan dengan adanya pandemi Covid-19 bisa segera diatasi. Diharapkan dengan itu kinerja perdagangan luar negeri Indonesia bisa meningkat lebih tinggi lagi.

“ Bahkan di tahun 2020 kemarin, yaitu saat puncak pandemi, Indonesia justru mencatat surplus neraca perdagangan yang nilainya sekitar USD 20 Milyar. Ini tentu menjadi modal optimisme kita di tahun 2021 bahwa kita bisa berkinerja lebih baik lagi.” kata Mantan Anggota Komisi I tersebut.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini