Laris Manis, Lelang SUN Perdana 2021 Capai Rp97 Triliun

Rina Anggraeni, Jurnalis · Selasa 05 Januari 2021 17:27 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 05 320 2339358 laris-manis-lelang-sun-perdana-2021-capai-rp97-triliun-nmMfYzUGWj.jpg Rupiah (Foto: Okezone)

JAKARTA - Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan telah menggelar lelang Surat Utang Negara (SUN). Lalu apa hasilnya?

Pada lelang perdana di tahun 2021 ini, jumlah penawaran yang masuk mengalami kenaikan dibanding lelang SUN terakhir tahun 2020 lalu.

Berdasarkan data DJPPR, total penawaran yang masuk sebesar pada lelang kali ini mencapai Rp97,17 triliun dari tujuh seri SUN yang ditawarkan.

Baca Juga: Minat Investor Tinggi, Pemerintah Kantongi Rp25,6 Triliun dari Lelang SUN 

Jumlah ini naik tipis dibandingkan lelang SUN terakhir di 2020, yakni Selasa (1/12). Kala itu, penawaran yang masuk sebesar Rp94,31 triliun.

Sedangkan total penawaran yang masuk, pemerintah hanya menyerap Rp41 triliun. Jumlah ini masih sesuai dengan target indikatif yang ditetapkan pemerintah. Adapun, target indikatif dari lelang kali ini sebesar Rp35 triliun - Rp 52,5 triliun.

"Pemerintah melaksanakan lelang Surat Utang Negara pada tanggal 5 Januari 2021 untuk seri SPN03210406 (new issuance), SPN12220106 (new issuance), FR0086 (reopening), FR0087 (reopening), FR0088 (new issuance), FR0083 (reopening) dan FR0089 (new issuance) melalui sistem lelang Bank Indonesia," tulis keterangan DJPR di Jakarta, Selasa (5/1/2021).

Dalam lelang SUN kali ini, seri FR0088 yang akan jatuh tempo pada 15 Juni 2036 menjadi seri yang paling banyak diburu investor dengan jumlah penawaran masuk hingga Rp31,39 triliun.

Seri FR0080 sekaligus menjadi seri yang paling banyak dimenangkan dalam lelang kali ini. Di mana, nominal yang diserap pemerintah mencapai Rp12,75 triliun, dengan yield rata-rata yang dimenangkan sebesar 6,40%.

Sementara itu, seri SPN 03210406 yang jatuh tempo pada 6 April 2021. Seri ini mendapatkan nilai penawaran Rp1,25 triliun. Pemerintah menyerap sebanyak Rp1 triliun dengan yield rata-rata yang dimenangkan 2,98%.

Lalu, seri SPN 12220106 yang jatuh tempo pada 6 Januari 2022. Seri ini mendapatkan nilai penawaran Rp4,68 triliun. Pemerintah menyerap sebanyak Rp2,45 triliun dengan yield rata-rata yang dimenangkan 3,19%. Seri FR0086 yang jatuh tempo pada 15 April 2026. Seri ini mendapatkan nilai penawaran Rp 13,433 triliun.

Seri FR0087 yang jatuh tempo pada 15 Februari 2031. Seri ini mendapatkan nilai penawaran Rp13,40 triliun. Pemerintah menyerap sebanyak Rp8,95 triliun dengan yield rata-rata yang dimenangkan 5,89%. Seri FR0088 yang jatuh tempo pada 15 Juni 2036. Seri ini mendapatkan nilai penawaran Rp31,39 triliun. Pemerintah menyerap sebanyak Rp12,75 triliun dengan yield rata-rata yang dimenangkan 6,40%.

Lalu, seri FR0083 yang jatuh tempo pada 15 April 2040. Seri ini mendapatkan nilai penawaran Rp 16,90 triliun. Pemerintah menyerap sebanyak Rp 7,1 triliundengan yield rata-rata yang dimenangkan 6,50%.

Serta, seri FR0089 yang jatuh tempo pada 15 Agustus 2051.Seri ini mendapatkan nilai penawaran Rp16,12 triliun. Pemerintah menyerap sebanyak Rp4,2 triliun dengan yield rata-rata yang dimenangkan 6,95%.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini