Rupiah Menguat di Rp13.912/USD, Investor Menanti Hasil Pemilihan Senat AS

Reza Andrafirdaus, Jurnalis · Rabu 06 Januari 2021 09:28 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 06 320 2339639 rupiah-menguat-di-rp13-912-usd-investor-menanti-hasil-pemilihan-senat-as-lvFLM28nw2.jpg Rupiah (Okezone)

JAKARTA - Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menguat tipis pada perdagangan hari. Rupiah kini berada level Rp13.900-an per USD.

Melansir Bloomberg Dollar Index, Rabu (6/1/2021) pada pukul 09.15 WIB, Rupiah pada perdagangan spot exchange menguat tipis 2.5 poin atau 0,02% dan berada di level Rp13.912 per USD. Rupiah bergerak di kisaran Rp13.912 hingga Rp13.919 per USD.

 Baca juga: Rupiah Kalah Kuat Lawan Dolar AS, Ini Penyebabnya

Sementara, dalam yahoofinance mencatat Rupiah berada di level Rp13.942 per USD. Di mana, dalam pergerakan harian Rp13.942-Rp13.942 per USD.

Analis Treasury MNC Bank menyatakan, Rupiah sempat terkoreksi pada perdagangan kemarin. Namun, Rupiah bakal bertahan di bawah level Rp14.000 per USD pada perdagangan hari ini.

 Baca juga: Rupiah Tertekan Dolar AS ke Level Rp13.920/USD

Berdasarkan data Bloomberg pada Selasa (5/1/2021), Rupiah ditutup terkoreksi 20 poin atau 0,14 persen menjadi Rp13.915 per dolar AS. Penurunan juga terjadi pada indeks dolar AS yang melemah 0,09 menuju 89,79.

Pergerakan rupiah hari ini salah satunya dipengaruhi oleh sikap pelaku pasar yang menunggu hasil pemilihan Senator putaran kedua di negara bagian Georgia AS. Hasil pemilu tersebut akan menunjukkan kemungkinan langkah-langkah stimulus AS lebih lanjut.

Selain itu, nilai rupiah juga dipengaruhi oleh lonjakan kasus positif virus corona munculnya jenis virus corona yang telah bermutasi. Mutasi tersebut membuat Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson kembali memberlakukan kebijakan lockdown.

Pelaku pasar juga tengah menanti hasil risalah pertemuan bank sentral AS, The Federal Reserve (The Fed) pada hari Rabu. Presiden Cleveland Federal Reserve Bank Loretta Mester mengatakan pada hari Senin bahwa kebijakan moneter akan tetap akomodatif untuk beberapa waktu menjelang rilis.

Sementara itu, dari dalam negeri, pemerintah optimistis pemulihan ekonomi akan terjadi pada tahun ini dan dapat mencapai 5 persen.

Optimisme pemerintah didasari pada sejumlah lembaga internasional yang memprediksi tingkat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2021 akan berada di kisaran tersebut.

World Bank memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga 4,4 persen, IMF memproyeksikan sebesar 6,1 persen,serta ADB memprediksikan 5,3 persen.

Selain itu, kabar distribusi vaksin virus corona yang telah menjangkau seluruh Indonesia juga ikut menjadi salah satu sentimen yang muncul dari dalam negeri.

Meski demikian, data Internal yang positif tidak mampu mengangkat mata uang rupiah, karena data eksternal yang kurang bersahabat. Arus modal asing pun kembali keluar dari indonesia, sehingga wajar kalau rupiah ditutup melemah

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini