Organda Minta Pengawasan di Terminal Bayangan Diperketat saat PPKM

Fadel Prayoga, Jurnalis · Kamis 07 Januari 2021 13:27 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 07 320 2340445 organda-minta-pengawasan-di-terminal-bayangan-diperketat-saat-ppkm-lfD2LL0YLN.jpg Terminal (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Pemerintah diminta untuk meningkatkan pengawasan di termninal bayangan saat penerapan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Diketahui, PKPM akan mulai dilaksanakan pada 11 Januari hingga 25 Januari 2021.

Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) DKI Jakarta Shafruhan Sinungan menyebut, bila pengawasan di sana tetap lemah, maka kebijakan PKPM tak akan berdampak maksimal. Sebab, di sana terkadang jumlah penumpang dan keberangkatan bus tidak diatur untuk mengurangi kerumunan.

Baca Juga: PSBB Jawa-Bali, 4 Kriteria Daerah yang Perlu Dilakukan Pembatasan Ketat

"Kemudian, ini yang jadi persoalan kalau ada terminal bayangan, pengawasannya seperti apa? Kalau di terminal bus, dia terukur semua. Jam keberangkatan terukur," kata Shafruhan kepada Okezone, Kamis (7/1/2021).

Dia meminta kepada seluruh petugas Dinas Perhubungan (DIshub), aparat kepolisian dan Satgas Covid-19 untuk saling berkoordinasi untuk mengawasi kawasan tersebut.

Baca Juga:  Mendagri Terbitkan Instruksi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan, Ini Isi Lengkapnya

"Terminal bayangan perlu adanya pengawasan dari Dishub, kepolisian dan tim dari gugus tugas. Makanya perlu kerjasama yang intens dari seluruh pihak untuk memutus mata rantai," ujarnya.

Dia membocorkan sedikit lokasi terminal bayangan dari sekian banyak yang tersebar di wilayah Ibu Kota. Salah satu contohnya seperti di sepanjang Jalan Raya Bogor dan Pulogadung.

"Ada di Jalan Raya Bogor, Pulogadung dan macam-macam, dan banyak lainnya," ujarnya.

 

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian yang juga Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN) Airlangga Hartarto mengatakan, kebijakan ini dilakukan karena kasus yang terinfeksi virus covid-19 terus bertambah setiap minggunya. Pada bulan Januari kasus perminggunya mencapai 51.986 kasus.

"Kasus itu kita monitoring per minggunya meningkat bukan menurun. Jadi per Desember kasus perminggunya mencapai 48.434. Dan pada bulan Januari 51.986 kasus" katanya di Jakarta, hari ini.

Selain itu, lanjut Airlangga, rumah sakit di beberapa daerah di pulau jawa kapasitas ketersedian isolasi dan ICU yang menampung pasien covid sudah lebih dari 70%. Kondisi itu sebagian terjadi Yogyakarta, Banten, Jawa Timur, Jawa Barat Jawa Tengah dan DKI Jakarta.

"Kita juga memonitoring liburan Natal dan Tahun Baru, dampaknya 2 minggu. Jadi dampaknya baru terlihat di pertengahan Januari, sehingga dengan mengantisipasi hal tersebut maka pemerintah melakukan pembatasan baru ini." jelasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini