JAKARTA – Sejumlah emiten perusahaan farmasi kini valuasinya sedang moncer tersengat rencana vaksinasi Covid-19 yang akan dilakukan pemerintah Indonesia. Salah satu perseroan yang kini sahamnya sedang cuan di bursa saham, yaitu PT Kimia Farma Tbk (KAEF) dan PT Indofarma Tbk (INAF).
Direktur PT Anugerah Mega Investama Hans Kwee menilai kenaikan harga saham di sektor farmasi akan bertahan dalam jangka waktu yang lama. Sebab, hingga kini belum ada yang mengetahui kapan proses vaksinasi akan berakhir, yang mana itu merupakan pendongkrak saham di sektor usaha tersebut mengkilap.
“Ya, masih menjanjikan karena memang kita lihat permainannya pasar saat ini adalah vaksin. Perusahaan vaksin ini adalah biasanya farmasi. Jadi tentu ini masih positif bagi perusahaan farmasi sendiri,” kata Hans kepada Okezone, Minggu (10/1/2021).
Baca Juga: Apa Perbedaan Vaksin China Sinovac, Sinopharm dan Merek Lainnya?
Menurut dia, meski nantinya pemerintah akan mengadakan program pemberian vaksin gratis kepada masyarakat kalangan menengah ke bawah, tapi itu tak akab membuat harga saham perusahaan farmasi menurun.
“Kalaupun memang ada pemberian gratis dari pemerintah, tapi menurut kita bisnis vaksin mandiri pun masih besar. Jadi artinya orang masih akan butuh vaksin,” ujarnya.
Dia menyebut, apabila nantinya proses vaksinasi itu menghasilkan perkembangan yang positif seperti terjadi penurunan angka kasus baru Covid-19, maka saham farmasi pun akan terus meningkat. Sebab, nantinya geliat aktivitas perekonomian di sektor tersebut akan kembali normal seperti dahulu.
“Sebenarnya, selama pandemic banyak orang tak berani ke dokter, sehingga resep dokter itu turun. Sehingga kalau vaksin itu ketemu bisnisnya akan kemali normal. Penjualan obat akan kemabli normal. Kalau itu terjadi, tentu industri farmasi masih akan menarik,” ujarnya.
Tercatat, pada penutupan perdagangan Jumat 8 Januari 2021, saham Indofarma naik Rp440 atau 9,65% ke level Rp5.000. Sementara saham Kimia Farma naik Rp545 ke level 11,28% menjadi Rp5.375 hingga saham Kalbe Farma naik Rp10 atau 0,67% ke level Rp1.495.
(Dani Jumadil Akhir)