Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

20 Ribu Pedagang Warteg Jabodetabek Pilih Pulang Kampung Jadi Petani

Fadel Prayoga , Jurnalis-Rabu, 13 Januari 2021 |11:37 WIB
20 Ribu Pedagang Warteg Jabodetabek Pilih Pulang Kampung Jadi Petani
20 Ribu Pedagang Warteg Memilih Tutup. (Foto: Okezone.com)
A
A
A

JAKARTA - Sebanyak 20 ribu pedagang warteg yang tersebar di wilayah Jabodetabek memilih menutup kios karena tak sanggup membayar sewa tempat. Mereka kini pulang ke kampung halamannya demi mendapatkan pekerjaan yang lebih baik.

Ketua Koordinator Komunitas Warung Tegal Nusantara (Kowantara) Mukroni menjelaskan, sebagian dari mereka banyak yang kembali menjadi petani. Sebab, mayoritasnya memang menginvestasikan hasil usaha dengan membeli sawah.

Baca Juga: Tak Sanggup Bayar Sewa Rp100 Juta, Pengusaha Warteg Tutup dan Pulang Kampung

"Kalau punya sawah balik ke petani, ada yang jadi supir angkot. Ada yang jadi pembantu warteg lagi," kata Mukroni kepada Okezone, Rabu (13/1/2021).

Dia menyebut, harga sewa kontrakan untuk mereka berjualan di Jakarta itu tarifnya cukup mencekik para pedagang. Kata dia, rata-rata kontrakan di Ibu Kota untuk berdagang itu harganya kisaran Rp100 juta per tahun.

Baca Juga: 20.000 Warteg di Jabodebek Bakal Tutup

"Rata-rata sekarang harga kontrakan di Jakarta Rp100 juta, makanya kini mereka pindah cari lokasi yang lebih murah," ujarnya.

Menurut dia, bila mereka memilih bertahan untuk berjualan, maka beban yang dibiayai semakin besar, sementara pemasukan sedikit.

"Dengan kondisi kayak gini, mereka ambil sikap untuk sementara tutup, mengambil risiko yang lebih kecil, daripada ambil sewa lagi. Akhirnya dia pulang ke kampung karena kan enggak ada (bayar) sewa," kata dia.

(Feby Novalius)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement