Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Investasi Uang Virtual Malah Makin Cuan di Tengah Covid-19

Michelle Natalia , Jurnalis-Selasa, 19 Januari 2021 |11:56 WIB
   Investasi Uang Virtual Malah Makin Cuan di Tengah Covid-19
Investasi Uang Virtual (Foto: Shutterstock)
A
A
A

JAKARTA - Aset kripto Stellar Lumens (XLM) mengalami lonjakan harga dalam setahun terakhir. Apabila diakumulasi secara tahunan (yoy), persentase kenaikannya lebih dari 600%.

Harga XLM Rp4.218 per koinnya. Nilainya sangat fantastis dibandingkan periode yang sama tahun 2020 yang hanya Rp625.

CEO Indodax Oscar Darmawan mengungkapkan, kenaikan harga ini terjadi karena tingginya permintaan terhadap XLM yang menjadi alternatif pembayaran aset kripto lain.

“Kenaikan harga Stellar terjadi karena meningkatnya permintaan. Stellar menjadi pilihan bagi pegiat aset kripto yang mengalami kendala karena biaya transfer Ethereum yang lebih mahal. Jadi, orang lebih memilih Stellar karena biaya transfer yang lebih murah,” ungkap Oscar Darmawan di Jakarta, Selasa (19/1/2021).

Baca Juga: Kian Mahal, Kini Harga Bitcoin Tembus Rp500 Juta 

Dia menyebutkan, faktor lain yang membuat harga Stellar melonjak adalah karena Amerika Serikat memperbolehkan bank melakukan pengelolaan cryptocurrency. Kebijakan itu dikeluarkan The Office Comptroller Currency (OCC) pada tahun lalu.

Belum lagi faktor pendorong lainnya misalnya kekhawatiran investor akan volatilitas ekonomi berkelanjutan akibat dampak langsung COVID-19. Sehingga banyak investor di dunia akhirnya memilih aset kripto sebagai instrumen investasi mereka karena terbukti sebagai aset safe haven dan lebih likuid.

“Faktor-faktor tersebut juga mendongkrak harga aset kripto, tidak terkecuali Stellar,” sebutnya.

Oscar Darmawan mengatakan, kenaikan XLM juga terjadi karena inovasi yang dilakukan oleh Stellar Development Foundation, perusahaan XLM. Dia menjelaskan bahwa inovasi kripto terus berkembang.

Dia juga mengungkapkan, inovasi dari cryptocurrency terus disambut oleh perusahaan lain, bahkan perusahaan di luar blockchain. Sebelumnya, pada tahun lalu, perusahaan keuangan seperti Paypal dan Square telah melayani penukaran kripto.

Oscar Darmawan yakin bahwa penggunaan aset kripto juga akan digunakan untuk banyak platform nantinya. Selama ini, kripto lebih sering digunakan untuk proyek blockchain.

“Namun, belakangan ini, platform di luar blockchain mulai menarik dan berkolaborasi dengan crypto, crypto exchanges dan platform blockchain lainnya. Ini menandakan bahwa blockchain dan crypto dapat membantu efektivitas perusahaan-perusahaan lain,” tutupnya.

(Dani Jumadil Akhir)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement