Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

6 Fakta Pedagang Mogok Jualan, Solusinya Cuma Daging Beku?

Fadel Prayoga , Jurnalis-Rabu, 20 Januari 2021 |05:30 WIB
6 Fakta Pedagang Mogok Jualan, Solusinya Cuma Daging Beku?
Daging (Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Harga daging sapi yang terus melonjak, kini membuat pedagang memutuskan untuk mogok berjualan. Aksi mogok ini akan dilakukan hingga tiga hari ke depan. Jadi, jangan heran jika daging hilang dipasarkan mulai hari ini.

Terkait hal itu, Okezone telah merangkum beberapa fakta menarik untuk diulas, Jakarta, Rabu (19/1/2021).

 Baca juga: Harga Mahal, Pedagang Daging Sapi Mogok Jualan 3 Hari

1. Rumah Potong Hewan Ikut Mogok

Tetapi, tidak hanya penjual daging, Rumah Potong Hewan (RPH) yang menjadi penyuplai daging juga ikut bersolidaritas atas aksi protes melejitnya harga daging, dengan menghentikan produksinya selama tiga hari ke depan.

Seruan untuk mogok jualan dan solidaritas ini dikeluarkan oleh Dewan Pengurus Daerah Asosiasi Pedagang Daging Indonesia (APDI), berdasarkan hasil rapat pedagang daging se Jakarta, Depok, Tangerang, dan Bekasi.

 Baca juga: Pedagang Mogok Jualan, Jangan Kaget Besok Daging Menghilang di Pasaran

"Maka dengan ini seluruh pedagang daging diimbau untuk tidak melakukan aktivitas perdagangan, baik itu pemotongan sapi hidup dari RPH, maupun daging beku dari distributor disetiap pasar se Jadetabek," tulis Edaran itu, Jakarta, Selasa (19/1/2021).

2. Rumah Potong Hewan Tak Akan Potong Sapi Hingga 22 Januari

Kepala RPH Tunas Karya Pamulang Suwandi. Dia mengatakan, pihaknya ikut bersolidaritas dengan tidak melakukan pemotongan sapi dan daging, selama tiga hari kedepan, mulai hari ini hingga Kamis 22 Januari 2021.

"Saya ikut berpartisipasi dengan rekan-rekan kita pedagang, karena harga sudah tidak sewajarnya sekarang," katanya.

3. Kenaikan Harga Daging Sapi Melebihi Saat Momentum Lebaran

Suwandi menyebut, saat Lebaran saja, harga daging Rp88 ribu-Rp89 ribu perkilogram. Itu Lebaran yang harusnya lebih tinggi. Normalnya Rp84 ribu-Rp85 ribu perkilogram. Sementara modalnya sekarang itu, harusnya Rp94-96 ribu perkilogram.

"Kalau di pasar itu harusnya Rp150 ribu perkilonya. Makanya kalau dijual dengan harga biasa Rp110-120 ribu perkilo itu enggak masuk dengan modal. Ya, makanya mereka pada demo. Kita RPH juga tidak berbuat apa-apa," ujarnya.

4. Pemprov DKI Berharap Pedagang Urungkan Aksi Tersebut

Plt Kadis KPKP DKI Jakarta Suharini Eliawati membenarnya rencana tersebut. Namun, dia berharap, pedagang para pedagang tidak jadi menggelar aksi tersebut.

"Karena kasihan para pelaku usaha kecil yang menggantungkan bahan baku daging sapi seperti penjual bakso," ujar Eliawati dalam keterangannya, Selasa (19/1/2021).

5. Ini Alternatif Pemprov DKI Jika Mogok Tetap Terjadi

Saat ini, APDI telah menggelar pertemuan dengan Kemendag agar pedagang membatalkan rencana mogok berjualan tersebut.

"Namun jika aksi mogok tersebut benar-benar terjadi kami sudah berkoordinasi dengan instansi terkait dalam rangka alternatif penyediaan daging sapi beku," imbuh dia.

6. Pemprov DKI Pastikan Punya Stok Daging Beku yang Cukup

Menurut dia, PD Dharma Jaya menyimpan stok daging sapi beku di Jakarta di Bulog DKI Jakarta, Banten. "Importir cukup untuk mencukupi kebutuhan daging sapi saat aksi mogok terjadi," lanjut Eliawati.

Eliawati memastikan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Badan Ketahanan Pangan Kementan, DPPKUKM DKI Jakarta, Bulog DKI Jakarta Banten, PD. Dharma Jaya dan Perumda Pasar Jaya untuk kemungkinan dilakukan Operasi Pasar (OP) daging sapi beku.

"Namun ini alternatif terakhir Pemprov akan berkomunikasi dengan pihak-pihak terkait agar aksi mogok tidak terjadi jelas," ujar dia.

(Fakhri Rezy)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement