Penyaluran Kredit Bank 2020 Minus, Ini Biang Keroknya

Rina Anggraeni, Jurnalis · Jum'at 22 Januari 2021 11:08 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 22 320 2348920 penyaluran-kredit-bank-2020-minus-ini-biang-keroknya-XSmzpIlevP.jpg Penyaluran Kredit pada Akhir 2020 Melambat. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mencatat penyaluran kredit pada Desember 2020 oleh perbankan masih melanjutkan kontraksi. Penyaluran kredit pada akhir tahun lalu sebesar Rp5.482,5 triliun atau tumbuh negatif 2,7 % ( yoy), lebih dalam bila dibandingkan dengan pertumbuhan bulan sebelumnya (minus 1,7% yoy).

Direktur Komunikasi BI Erwin Haryanto mengatakan, penurunan penyaluran kredit disebabkan penurunan kredit kepada debitur korporasi dan perlambatan kredit.

Baca Juga: Penyaluran KPR Turun di Akhir 2020 Efek Corona

"Kredit kepada korporasi tercatat turun lebih dalam, dari minus 34% (yoy) pada November 2020 menjadi minus 5,1 (yoy) pada Desember 2020," katanya di Jakarta, Jumat (22/1/2021).

Sedangkan pada penyaluran kredit pada debitur perorangan melambat dari 0,7% menjadi 0,5%. Berdasarkan jenis pengunaanya, peunurunan kredit dipengaruhi oleh kredit investasi (KI), kredit konsumis (KK) dan kredit modal kerja (KMK).

Baca Juga: Siap-Siap, BI Bakal Razia Suku Bunga Bank yang Masih Tinggi

Lalu, kredit investasi (KI) terkontraksi menjadi minus 1,0,% dibandingkan bulan sebelumnya yang hanya 0,2%. Perlambatan ini disumbang pada sektor pertenakan, pertanian, kehutanan dan perikanan serta sektor kontruksi.

"Kredit investasi peternakan, pertanian, kehutanan dan perikanan turun minus 1,9% yang disalurkan oleh perkebunan sawit di Sumatera Utara dan Kalimantan," jelasnya.

Sementara itu KI kontruksi pada Desember 2020 tumbuh sebesar 13,3% (yoy) melambat dibandinhkan bulan sebelumnya (19,1%). Khususnya pada bangunan jalan tol DKI Jakarta dan Lampung.

Sedangkan KMK masih menunjukkan pertumbuhan negatif, -4,9 % pada Desember. Terutama pada industri pengolahan dan sektor keuangan, real estate dan jasa perusahaan. KMK sektor industri pengolahan pada Desember 2020 hanya minus 8,4% lebih dalam dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai minus 4,0%.

"Penurunan tersebut terutama pada industri pupuk di Jawa Timur dan Sumatera Selatan," katanya.

Selain itu, pertumbuhan kredit konsumsi (KK) pada Desember 2020 masih terkontraksi dari minus 0,2% (yoy) menjadi minus 0,7% (yoy). Hal ini disebakan menurunnua kredit KPR, KKB fan Multiguna.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini