JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mencatat penyaluran kredit pada Desember 2020 oleh perbankan masih melanjutkan kontraksi. Penyaluran kredit pada akhir tahun lalu sebesar Rp5.482,5 triliun atau tumbuh negatif 2,7 % ( yoy), lebih dalam bila dibandingkan dengan pertumbuhan bulan sebelumnya (minus 1,7% yoy).
Direktur Komunikasi BI Erwin Haryanto mengatakan, penurunan penyaluran kredit disebabkan penurunan kredit kepada debitur korporasi dan perlambatan kredit.
Baca Juga: Penyaluran KPR Turun di Akhir 2020 Efek Corona
"Kredit kepada korporasi tercatat turun lebih dalam, dari minus 34% (yoy) pada November 2020 menjadi minus 5,1 (yoy) pada Desember 2020," katanya di Jakarta, Jumat (22/1/2021).
Sedangkan pada penyaluran kredit pada debitur perorangan melambat dari 0,7% menjadi 0,5%. Berdasarkan jenis pengunaanya, peunurunan kredit dipengaruhi oleh kredit investasi (KI), kredit konsumis (KK) dan kredit modal kerja (KMK).
Baca Juga: Siap-Siap, BI Bakal Razia Suku Bunga Bank yang Masih Tinggi
Lalu, kredit investasi (KI) terkontraksi menjadi minus 1,0,% dibandingkan bulan sebelumnya yang hanya 0,2%. Perlambatan ini disumbang pada sektor pertenakan, pertanian, kehutanan dan perikanan serta sektor kontruksi.
"Kredit investasi peternakan, pertanian, kehutanan dan perikanan turun minus 1,9% yang disalurkan oleh perkebunan sawit di Sumatera Utara dan Kalimantan," jelasnya.
Sementara itu KI kontruksi pada Desember 2020 tumbuh sebesar 13,3% (yoy) melambat dibandinhkan bulan sebelumnya (19,1%). Khususnya pada bangunan jalan tol DKI Jakarta dan Lampung.
Sedangkan KMK masih menunjukkan pertumbuhan negatif, -4,9 % pada Desember. Terutama pada industri pengolahan dan sektor keuangan, real estate dan jasa perusahaan. KMK sektor industri pengolahan pada Desember 2020 hanya minus 8,4% lebih dalam dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai minus 4,0%.
"Penurunan tersebut terutama pada industri pupuk di Jawa Timur dan Sumatera Selatan," katanya.
Selain itu, pertumbuhan kredit konsumsi (KK) pada Desember 2020 masih terkontraksi dari minus 0,2% (yoy) menjadi minus 0,7% (yoy). Hal ini disebakan menurunnua kredit KPR, KKB fan Multiguna.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.