4 Investasi Alternatif Selain Emas yang Menguntungkan, Cek di Sini

Reza Andrafirdaus, Jurnalis · Selasa 26 Januari 2021 06:31 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 25 320 2350527 4-investasi-alternatif-selain-emas-yang-menguntungkan-cek-di-sini-vshWcw5vnk.jpg Emas (Foto: Shutterstock)

JAKARTA – Saat ini, investasi menjadi pilihan untuk menambah cara pemenuhan kebutuhan, baik jangka pendek, menengah, hingga panjang di tengah pandemi Covid-19. Berbagai pilihan investasi aman pun bisa dipilih supaya tujuan tersebut bisa terpenuhi.

Selain emas, masih ada beberapa pilihan investasi yang aman dilakukan, seperti obligasi hingga properti. Namun, semua itu perlu dipelajari lebih dahulu supaya tidak keliru saat mulai melakukannya.

“Beberapa investasi yang aman bisa dilakukan selain investasi emas, seperti obligasi, deposito, reksadana atau produk keuangan, dan juga investasi properti,” kata Perencana Keuangan Andi Nugroho saat dihubungi Okezone, Selasa (26/1/2021).

Baca Juga: 3 Alasan Kenapa Emas Jadi Investasi Idola 

Berikut ini Andi Nugroho memberikan pendapatnya mengenai 4 investasi yang aman dilakukan.

1. Obligasi

Menurut Andi, obligasi bisa dikatakan sebagai investasi yang paling aman karena terdapat aturan yang jelas untuk melakukannya. Selain itu, keuntungan dari investasi ini bisa didapat dengan cukup besar mencapai 6%.

“Selain aman, keuntungan obligasi bisa cukup besar dari bunga 6%. Jumlah tersebut lebih besar dari deposito yang hanya 3%,” jelasnya.

Obligasi ini cocok untuk investasi jangka panjang yang bisa ditabung untuk pemenuhan kebutuhan di masa yang akan datang.

2. Deposito

Investasi aman yang kedua adalah deposito. Keuntungan yang diperoleh dari investasi ini tidak sebesar obligasi yang hanya memiliki jumlah bunga 3% saja. Oleh sebab itu, investasi ini bisa dilakukan bagi seseorang yang berencana melakukannya dalam jangka pendek.

Namun, bunga dari deposito bisa juga diajukan lebih tinggi di atas 3% tadi ketika memiliki uang miliaran rupiah.

“Bunga deposito bisa diajukan lebih tinggi, sekitar 3,5%-4% jika membawa uang ratusan juta atau miliaran rupiah walaupun rata-rata bunga deposito berjumlah 3%,” kata Andi.

Jadi, tambah Andi, walau teller hanya mengatakan jumlah bunga hanya 3%, jumlah itu bisa ditambah ketika membawa uang sejumlah tersebut.

3. Reksadana

Investasi pada reksadana tergantung dari tujuan yang dimiliki seseorang karena bisa dilakukan untuk jangka pendek, menengah, dan panjang. Namun, untuk lebih mengoptimalkan peningkatan nilainya dilakukan untuk paling tidak jangka menengah-panjang, diatas 2-3 tahun.

“Hasilnya bisa optimal di atas 2-3 tahun dibandingkan untuk jangka pendek. Walaupun tidak menutup kemungkinan untuk jangka pendek, misalnya ada beberapa reksadana sebulan saja dia sudah bisa bertumbuh tarolah 10%. Jika sudah cukup, kita bisa mencairkan reksadana tersebut, tetapi kalau memang kita ingin pertumbuhan yang lebih tinggi lagi, sebaiknya untuk jangka menengah panjang,” jelas Andi Nugroho.

Cara memperhatikan keuntungan reksadana, sambung Andi, bisa mengecek laporan reksadana setiap hari untuk mengetahui persentase kenaikan dan penurunannya. Apalagi sekarang bisa mengecek secara digital internet melalui smartphone.

4. Properti

Menurut Andi, investasi properti cocok dilakukan bagi seseorang yang akan pertama kali memiliki rumah. Namun, berbeda jika investasi ini dilakukan untuk jual beli. Untuk jual beli tanah atau properti, tergantung dari seberapa cepat seseorang mendapatkan customer.

“Misalkan, hari kita beli. Setelah melakukan berkali-kali renovasi kita jual, ternyata bulan depan ada yang berminat dan cocok, bisa terbeli gitu. Namun, yang namanya properti gitu, cenderung lebih susah untuk bisa mendapatkan pembeli yang cocok ini tadi,” jelasnya.

Dari kesulitan tersebut, kemungkinan untuk mendapatkan pembeli ini tidak bisa dipastikan, tetapi waktu bisa dialokasikan sekitar 6 bulan hingga 1 tahun untuk mendapat customer atau pembeli yang memang menginginkan rumah.

“Namun, kalau hanya memiliki tujuan untuk membeli dan mendiaminya serta menunggu nilainya bertumbuh lebih tinggi, pada suatu wilayah, nanti saya jual lagi deh, hal itu bisa-bisa saja dilakukan, tetapi jangka waktunya tidak bisa cepat. Apalagi seperti kondisi sekarang, paling tidak butuh waktu 3-5 tahun supaya nilainya bertumbuh sampai sedemikian tingginya,” jelas Andi.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini