JAKARTA - Apple Inc membukukan pendapatan kuartalan terbesar sepanjang sejarah. Tercatat, pada kuartal I-2021, pendapatan Apple mencapai USD111,4 miliar atau setara Rp1.559 triliun (kurs Rp14.000 per USD).
Ini pertama kalinya Apple melewati angka pendapatan USD100 miliar dalam satu kuartal, dan penjualan naik 21% dari tahun sebelumnya. Namun Saham Apple turun 2% dalam perdagangan kemarin.
Kenaikan pendapatan perusahaan ini tidak hanya didongkrak dari penjualan iPhone 5G. Namun, setiap item yang dijual dari Apple mengalami kenaikan dua digit poin persentase. Penghasilan per saham dan penjualan Apple meruntuhkan prediksi dari Wall Street.
Baca Juga: Apple Cs Temukan Cara Bebankan Pajak Digital
Berikut cara Apple terhadap perkiraan konsensus Refinitiv:
Laba bersih per saham perusahaan.: perkiraan USD1,68 vs USD1,41
Pendapatan: USD111.44 miliar vs. USD103.28 miliar diperkirakan, naik 21% dari tahun ke tahun
Pendapatan iPhone: USD65,60 miliar vs perkiraan USD59,80 miliar, naik 17% dari tahun ke tahun
Pendapatan layanan: USD15,76 miliar vs perkiraan USD14,80 miliar, naik 24% dari tahun ke tahun
Pendapatan Produk Lainnya: USD12,97 miliar vs perkiraan USD11,96 miliar, naik 29% dari tahun ke tahun
Pendapatan Mac: USD8,68 miliar vs. USD8,69 miliar diperkirakan, naik 21% dari tahun ke tahun
Pendapatan iPad: USD8,44 miliar vs. USD7,46 miliar diperkirakan, naik 41% dari tahun ke tahun
Margin kotor: diperkirakan 39,8% vs. 38,0%