JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) hari ini merestui Bank Syariah Indonesia untuk merger 1 Februari mendatang. Perbankan syariah dinilai memiliki prospek baik jangka panjang. Terlebih, BRIS bisa masuk top 10 global syariah bank dari sisi kapitalisasi pasar di tahun 2025.
"Saham BRIS sudah termasuk cukup tinggi. Peluang mengharapkan kenaikan lagi dengan dikukuhkan mergernya," ucap Equity Analyst NH Korindo Sekuritas Putu Chantika dalam IDX Channel Live Market Opening di Jakarta, Kamis(28/1/2021).
Baca juga: Sah, OJK Terbitkan Izin Bank Syariah Indonesia
Harga saham BRIS juga sudah diprice-in, kenaikannya year-to-day 746%. Bahkan, lanjut Putu, biasanya ada sentimen pasar yang melakukan apresiasi terlebih dahulu.
"Industri syariah memiliki prospek cukup bagus, masih sangat berkembang. Jangka panjangnya bagus," tambahnya.
Baca juga: Bank Syariah Indonesia Punya Aset Rp240 Triliun, Bangunkan Raksasa Tidur
Support BRIS di jangka pendek di 2.565 dan resistancenya di jangka pendek di 3.310. Untuk jangka panjang, untuk sahamnya masih wait and see.
"Jadi masih menguji support atau berbalik arah. Ini masih bombastis. Kalau punya BRIS saat ini, lebih baik profit taking terlebih dahulu," pungkas Putu.
(Fakhri Rezy)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.