Isu Bubble Bikin IHSG Anjlok 2,12%

Hafid Fuad, Jurnalis · Kamis 28 Januari 2021 18:17 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 28 278 2352555 isu-bubble-bikin-ihsg-anjlok-2-12-Q29bbEsmDe.jpg Saham (Shutterstock)

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tiarap 2,12% atau 129,78 poin ke level 5.979,38 dalam perdagangan Kamis (28/1/2021). Tren perdagangan IHSG berada di zona merah dan bergerak di rentang terendah 5.957,55 - 6.123,46.

Chief Economist TanamDuit Ferry Latuhihin menilai koreksi yang terjadi berturut-turut disebabkan karena terjadi bubble. Ini terjadi sebelumnya ketika indeks terbang dari 6.000 menuju 6.500 di dua minggu pertama Januari. "Menurut saya koreksi sudah memcerminkan level yang wajar. Fair value," ujar Ferry saat dihubungi MNC Portal Indonesia hari ini di Jakarta.

 Baca juga: IHSG Minim Katalis Positif, Bagaimana Pergerakan Sesi II?

Dia juga menambahkan pemerintah tidak perlu ikut campur bereaksi. Lebih bijak bila memberikan kesempatan market mencari keseimbangannya. "Biarkan saja market bekerja sendiri. Saya masih yakin indeks akan menuju level 7.000 di akhir tahun ini. Karena pertumbuhan ekonomi kita yang akan mencapai angka 5,8% di tahun 2021 ini," lanjutnya.

Menurutnya vaksinasi baru akan menunjukkan hasilnya di kuartal kedua tahun ini dan saat itulah pertumbuhan ekonomi pun akan mengalami percepatan. "Tahun lalu saya proyeksikan indeks ke 6.000 sejak bulan Juni dan ternyata tercapai ke 6000. Karena itu tahun ini saya perkirakan hit 7000 di akhir tahun," katanya.

 Baca juga: IHSG Terkoreksi, Saham Sektor Konstruksi Malah Menghijau

Sementara itu pengamat ekonomi dari INDEF Nailul Huda menilai kondisi indeks sekarang kebalikan dari pekan lalu yang mengalami kenaikan drastis. Karena itu menurutnya ini menunjukkan kondisi investasi yang memang maksimal di level 6.450.

"Investor sudah tidak dapat melakukan pembelian lagi pada level di atas itu. Ada juga sentimen dari semakin buruknya pengelolaan pandemi di Indonesia. Sehingga investor memilih wait and see," ujar Nailul hari ini.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini