JAKARTA - Di balik tren IHSG anjlok hingga 2,12%, bisa dipastikan banyak investor ritel yang diuji kekuatan mentalnya. Pasalnya tidak sedikit saham-saham yang terkena ataupun nyaris kena auto reject bawah (ARB), yaitu batas penurunan maksimal sehari yang diizinkan bursa sebesar 7%.
Karena itu diharapkan investor ritel yang masih tahap belajar tidak menggunakan uang hasil pinjaman. Mereka diharapkan dapat lebih serius menggali ilmu berinvestasi di pasar modal.
Baca juga: Isu Bubble Bikin IHSG Anjlok 2,12%
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Hoesen kembali mengimbau agar investor ritel dapat lebih paham apa saja yang perlu diperhatikan dalam berinvestasi saham.
Menurutnya OJK masih terus mewaspadai fenomena peningkatan jumlah investor ritel. Apakah murni karena masyarakat sudah mulai “melek” informasi di Pasar Modal, atau hanya sekedar ikut-ikutan.
Baca juga: IHSG Anjlok Ikuti Bursa Regional Asia
"Yang dikhawatirkan adalah jika sumber dana berinvestasi bukan berasal dari simpanan atau uang lebih, namun dari pinjaman tanpa disertai dengan pengetahuan berinvestasi yang cukup," ujar Hoesen, Jakarta, Kamis (28/1/2021).