Potensi RI Jadi Negara Penghasil Perikanan Budidaya Terbesar Dunia Usaha

Taufik Fajar, Jurnalis · Kamis 28 Januari 2021 16:21 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 28 320 2352476 potensi-ri-jadi-negara-penghasil-perikanan-budidaya-terbesar-dunia-usaha-KDhcH2SO6E.jpg Menteri KKP Trenggono (Okezone)

JAKARTA - Menteri Sakti Wahyu Trenggono mengajak Masyarakat Akuakultur Indonesia (MAI) untuk berjuang bersama dalam memajukan akuakultur. Dirinya yakin MAI dapat berkontribusi pada negara dan menjawab tantangan dalam mewujudkan budidaya yang berkelanjutan.

Hal ini disampaikan dalam acara Pelantikan dan Pengukuhan 62 personil pengurus MAI Masa Bakti 2020-2024 di Gedung Mina Bahari IV hari ini. Terdiri dari Dewan Pengarah, Dewan Pengurus, 7 Komisi dan 4 Kelembagaan/Organisasi dalam lingkungan MAI.

 Baca juga: Dicecar soal Ekspor Benur dan Cantrang, Ini Jawaban Menteri Trenggono

"MAI selalu bermitra dan bersinergi dengan KKP dalam membangun perikanan Indonesia, khususnya perikanan budidaya (akuakultur). Mari kita bangun akuakultur Indonesia, sumbangsih MAI sangat dibutuhkan negeri ini," ujar Trenggono di Jakarta, Kamis (28/1/2021).

Dia juga berpendapat bahwa MAI adalah mitra yang tepat untuk bergerak bersama mengoptimalkan budidaya perikanan dimana anggotanya terdiri dari banyak pakar berpengalaman dalam bidang akuakultur, khususnya budidaya. Berbagai ilmu dan pengalaman yang dimiliki diharapkan dapat menjadi inspirasi dalam mengembangkan budidaya berkelanjutan di Indonesia.

 Baca juga: Anggaran KKP Dipangkas Jadi Rp6,49 Triliun, Komisi IV: Sangat Kecil

"MAI adalah rumah besar masyarakat akuakultur Indonesia. Dengan didukung oleh para akademisi akuakultur terbaik negeri ini, didukung oleh para praktisi senior negeri ini, dan dilengkapi dengan unsur dari tokoh senior peneliti dan mantan birokrat dari KKP, merupakan energi besar, sebagai inspirasi, ide, konsep serta strategi pengembangan perikanan budidaya tanah air," ungkap dia.

Dalam acara tersebut Menteri Trenggono juga menegaskan bahwa KKP akan all-out dalam mengembangkan akuakultur, karena Indonesia sebenarnya memiliki kekayaan komoditas perikanan yang dapat dikembangkan, seperti udang vaname, kepiting, hingga rumput laut.

Dia juga berharap dengan potensi besar tersebut, ke depan Indonesia dapat menjadi negara penghasil perikanan budidaya di dunia.

"Kami (pemerintah), sebagaimana kepercayaan yang diberikan Bapak Presiden, akan all-out mengembangkan akuakultur. Banyak sekali komoditas perikanan yang akan kita kembangkan, vanname, lobster, kepiting, rajungan, kerapu, rumput laut dan sebagainya. Indonesia dengan potensinya yang besar, sudah seyogyanya menjadi negara penghasil perikanan budidaya terbesar dunia," jelasnya.

Dia juga menambahkan bahwa siap menerima berbagai saran dan kritik membangun dari MAI dalam memajukan perikanan Indonesia.

"Kami tentu sangat terbuka, dengan saran, masukan serta kritik yang membangun dari MAI. Karena pengembangan perikanan adalah tugas kita bersama," pungkas dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini