JAKARTA - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI menutup tahun 2020 mencatat laba positif pada kuartal IV-2020. Hal ini membuktikan bahwa fundamental Bank BRI termasuk kuat.
"Kuatnya fundamental membuat perseroan mencatatkan laba sebesar Rp18,66 triliun atau meningkat sebesar 14,02 persen (QoQ),” kata Direktur Utama BRI Sunarso dalam keterangannya, Jumat (29/1/2021).
Baca juga: Fundamental Kuat, Aset BRI Tembus Rp1.500 Triliun di 2020
Dirinya mengatakan, pencapaian laba tersebut meningkat sebesar 14,02%(QoQ) jika dibandingkan dengan kuartal III tahun 2020.
Dirinya mengatakan, ekonomi dunia saat ini sedang berjuang untuk pulih akibat krisis yang disebabkan oleh pandemi Covid-19. Menurutnya, tahun lalu merupakan tahun terberat yang pernah dialami dan rasakan bersama.
Baca juga: DPK BRI 2020 Naik 9,78% Didominasi Dana Murah
"Krisis yang terjadi lebih buruk dari krisis tahun 1998, krisis tahun 2008 dan krisis tahun 2013. Pertumbuhan ekonomi Indonesia pun mengalami kontraksi pada tahun 2020 lalu," ujarnya.
Namun, di tengah kondisi yang sangat sulit ini BRI Group berhasil merancang dan mengeksekusi strategi yang tepat sehingga tetap mampu mencatatkan kinerja yang positif di sepanjang tahun 2020.
"Oleh karenanya, tema pemaparan kali ini adalah'Tahun Terberat Telah Lewat, BRI Semakin Sehat dan Kuat'," ujarnya.
Sunarso mengatakan, krisis yang dialami saat ini adalah krisis yang terberat apabila dibandingkan dengan krisis sebelumnya. Namun, BRI Group telah melewati tahun terberat dengan pertumbuhan positif berkat strategi yang fokus pada penyelamatan pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) serta menjadi mitra utama pemerintah dalam mendukung keberhasilan Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).
BRI berkontribusi lebih dari 60 persen dalam setiap program PEN yang memberi dampak positif tidak hanya bagi nasabah namun juga bagi perekonomian Indonesia. Hingga akhir Desember 2020, secara konsolidasian BRI berhasil menyalurkan kredit senilai Rp938,37 triliun atau tumbuh 3,89 persen year on year. Angka ini jauh lebih baik apabila dibandingkan dengan pertumbuhan kredit nasional di tahun 2020 yang diperkirakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berada di kisaran minus 1 hingga 2 persen.
(Fakhri Rezy)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.