JAKARTA - Pandemi virus corona atau covid-19 yang terjadi hampir di semua negara termasuk Indonesia mempengaruhi situasi ekonomi dalam negeri, sehingga aliran modal yang masuk ke Indonesia juga ikut terpengaruh.
Hal ini juga akan berimbas kepada permintaan pasar properti domestik. Di mana properti di domestik saat masih dipengaruhi oleh permintaan atau ekspektasi akan adanya pengurangan harga.
Head of Capital Markets & Investment Services of Colliers International Indonesia Steve Atherton mengatakan, saat ini para pengembang properti masih terus memberikan harga terbaiknya. Tujuannya adalah untuk mempertahankan margin keuntungan minimum yang diharapkan.
“Alasan pengembang properti tetap memberikan harga terbaik adalah untuk mempertahankan margin keuntungan minimum yang diharapkan,” ujarnya dalam keterangannya kepada MNC Portal Indonesia, Jumat (29/1/2021).
Sementara itu di sisi lain, para investor dalam negeri baik yang kecil maupun besar masih terus berharap mendapatkan harga yang lebih rendah dari saat ini. Oleh karena itu, menurutnya, ke depan ada baiknya pendapatan perlu dikurangi untuk merefleksikan pemulihan U-shaped yang lebih lambat.
Namun, lanjut Steve, harga tanah perlu disesuaikan. Jika hal tersebut tidak dilakukan, maka untuk aset yang menghasilkan pendapatan, waktu yang dibutuhkan untuk menyewa gedung sepenuhnya atau menjual unit strata akan lebih lama.
“Oleh karena itu, harga sewa dan insentif pemasaran juga perlu disesuaikan. Akibatnya, faktor realistis ini akan tercermin pada harga,” jelasnya.
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.