Begini Prediksi IHSG di Awal Februari

Michelle Natalia, Jurnalis · Minggu 31 Januari 2021 18:27 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 31 278 2353930 begini-prediksi-ihsg-di-awal-februari-0dzJ2wC9EW.jpg Saham (Shutterstock)

JAKARTA - Beberapa sentimen akan mempengaruhi pergerakan IHSG pada pekan depan. Pasalnya, bursa saham akan lanjutkan pelemahan di awal pekan.

Direktur Investama Hans Kwee mengatakan, masih banyaknya berita negatif di pasar membuat pasar saham dapat Kembali terkoreksi di awal pekan. Namun, berpotensi rebound di akhir pekan.

 Baca juga: IHSG Dibayangi Kejatuhan, Ini 8 Rekomendasi Sahamnya

"Penurunan harga saham banyak mendorong terjadinya forced sell yang dilakukan sekuritas untuk mengurangi posisi margin nasabah ritel juga menjadi pemberat pasar," kata Hans Kwee di Jakarta, Minggu (31/1/2021).

Dalam sepekan IHSG diperkirakan bergerak dengan support di level 5,563 sampai 5,700 dan resistance di level 6,068 sampai 6,154. Sebaiknya tidak panik jual tetapi mulai akumulasi saham-saham yang berfundametal baik dan telah melemah banyak.

 Baca juga: Dibayangi Gelombang Tekanan, IHSG Diprediksi Melemah

Padahal, pelaku pasar awalnya berharap awal Februari 2021 stimulus fiskal AS yang diusulkan Biden sudah dapat disetujui. Tetapi saat ini Presiden Amerika Serikat Joe Biden mengatakan terbuka untuk menyusun ulang proposal bantuan Covid-19 senilai USD1,9 triliun karena pemerintah mengejar kesepakatan bipartisan. Memang ada peluang menempuh jalur khusus dengan pengambilan suara dan mengandalkan suara Partai Demokrat.

"Politisi dari Partai Republik dari awal telah menolak jumlah stimulus fiskal usulan Biden karena menilainya terlalu besar dan terlalu cepat setelah paket senilai USD900 miliar bulan lalu. Dikabarkan beberapa anggota parlemen Partai Demokrat ikut mempertanyakan dasar dari besaran yang diajukan. Hal ini membuat potensi tertundanya paket stimulus fiskal Biden empat sampai enam pekan ke depan.

"Ini menjadi salah satu sentimen negative di pasar. Perkembangan stimulus fiskal akan sangat dicermati pelaku pasar," bebernya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini