Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Bank Syariah Indonesia Resmi Beroperasi, Harga Saham BRIS Bisa Tembus Level Rp3.200

Fadel Prayoga , Jurnalis-Senin, 01 Februari 2021 |14:52 WIB
 Bank Syariah Indonesia Resmi Beroperasi, Harga Saham BRIS Bisa Tembus Level Rp3.200
IHSG (Foto: Shutterstock)
A
A
A

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan PT Bank Syariah Indonesia Tbk dengan memakai kode saham BRIS. Hal ini membuat saham BRIS tersebut melonjak cukup tinggi.

Dari pantauan Okezone, Jakarta, Senin (1/2/2021), saham BRIS pada sesi II ini bergerak cukup tinggi. Di mana pada pukul 13.50 WIB, saham BRIS melonjak Rp490 atau 20,08% ke Rp2.930.

Baca Juga: Resmikan Bank Syariah Indonesia 1 Februari, Jokowi: Ini Hari Bersejarah 

Menanggapi hal itu, Analis CSA Research Institute Reza Priyambada menilai kenaikan saham BRIS diperkirakan bakal mencapai ke level Rp3.200 dalam dua atau tiga hari ke depan. Namun, itu masih belum bisa dipastikan karena kondisi perdagangan sifatnya fluktuatif.

"Kalau sampai berapanya, enggak bisa pastikan. Paling tidak bisa ke level Rp3.200-an dalam 2-3 hari perdagangan sudah cukup bagus," kata Reza kepada Okezone, Senin (1/2/2021).

Dia menjelaskan, melonjaknya harga saham BRIS karena efek dari pemberitaan penggabungan ketiga bank syariah tersebut.

"Artinya efek dari pemberitaan telah bergabungnya bank syariah menjadi katalis positif," ujarnya.

Seperti diketahui, saham BRIS hari ini dibuka pada Rp2.450 dengan level tertinggi Rp2.930 dan terendah Rp2.270. Saham BRIS mempunyai kapitalisasi pasar hingga Rp28,71 triliun.

Jika melihat pergerakannya, saham BRIS pada awal perdagangannya sempat melemah ke level Rp2.270. Namun, jelang penutupan sesi I mulai menghijau dan dilanjutkan sesi I hingga Rp2.930.

(Dani Jumadil Akhir)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement