Pelaku Usaha Diharapkan Terapkan Bisnis Hijau, Sampah Jadi Bahan Baku Ekonomi

Kurniasih Miftakhul Jannah, Jurnalis · Senin 01 Februari 2021 18:44 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 01 320 2354663 pelaku-usaha-diharapkan-terapkan-bisnis-hijau-sampah-jadi-bahan-baku-ekonomi-EkvIexYcaU.jpg Sampah (Foto: Shutterstock)

JAKARTA – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menetapkan tiga tujuan utama dari Hari Peduli Sampah Nasional 2021. Dalam Surat Edaran Menteri LHK, Siti Nurbaya tertanggal 1 Februari 2021, Hari Peduli Sampah Nasional tahun 2021 mengambil tema: “Sampah Bahan Baku Ekonomi di Masa Pandemi”.

Dirjen Pengelolaan Sampah Limbah dan B3 (PSLB3) KLHK Rosa Vivien Ratnawati mengungkapkan, tiga maksud dan tujuan tersebut kata Vivien, pertama, memperkuat komitmen dan peran aktif pemerintah daerah dalam melaksanakan pengelolaan sampah dengan menjadikan sampah sebagai bahan baku ekonomi.

Baca Juga: Parah! 2,8 Ton Sampah Diangkut dari Taman Nasional Bunaken

Lalu, tujuan kedua lanjut Vivien, memperkuat partisipasi publik dalam upaya menjadikan sampah sebagai bahan baku ekonomi melalui gerakan memilah sampah. Kemudian tujuan ketiga memperkuat komitmen dan peran aktif produsen dan pelaku usaha lainnya dalam implementasi bisnis hijau (green business) dengan menjadikan sampah sebagai bahan baku ekonomi.

Pada penyelenggaraan HPSN 2021, ujar Vivien, akan fokus pada kegiatan dilakukan melalui upaya-upaya pengelolaan sampah yang dapat memberikan kontribusi nyata dalam pertumbuhan ekonomi.

Baca Juga: Viral! Kamar Kos Penuh Sampah, Netizen: Gue Kira TPS

Dijelaskan Dirjen PSLB3-KLHK, Rosa Vivien Ratnawati, Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) diperingati setiap tanggal 21 Februari untuk mengingatkan Bangsa Indonesia bahwa persoalan sampah harus menjadi perhatian utama yang melibatkan seluruh komponen masyarakat dalam pengelolaannya. Dalam mengatasi persoalan sampah, Pemerintah dan Pemerintah Daerah tidak bisa bekerja sendiri, pelibatan seluruh komponen masyarakat dalam pengelolaannya sangat dibutuhkan.

“Mengingat persoalan sampah merupakan persoalan serius dan multidimensi sehingga diperlukan resonansi kepedulian persoalan sampah secara terus menerus,” ujar Vivien dilansir dari keterangannya, Senin (1/2/2021).

Lebih lanjut dikemukakan Dirjen Vivien, kehidupan normal kita selama tahun 2020 telah mengalami disrupsi hebat akibat pandemi Covid-19 sehingga mengubah seluruh sendi kehidupan normal kita, khususnya dalam cara berkomunikasi dan berinteraksi antar sesama kita. Social dan physical distancing telah mengubah kehidupan kita menuju adaptasi kebiasaan baru melalui penerapan prinsip 4M, memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, dan menghindari kerumunan.

“Sektor ekonomi dunia, termasuk Indonesia, dihantam keras oleh pandemi ini yang mengakibatkan terjadinya pertumbuhan ekonomi negatif, bahkan resesi. Beberapa sektor utama penyumbang Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia mengalami kontraksi seperti industri, perdagangan, konstruksi, pertambangan, transportasi, dan jasa akomodasi makanan minuman. Namun, di tengah keterpurukan ekonomi tersebut terdapat sektor yang justru mengalami pertumbuhan positif, salah satunya adalah sektor pengelolaan sampah/limbah,” papar Vivien.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini