Awas Ada Jebakan, RI Sulit Jadi Negara Maju

Rina Anggraeni, Jurnalis · Rabu 03 Februari 2021 14:34 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 03 320 2355780 awas-ada-jebakan-ri-sulit-jadi-negara-maju-nTXdqw4Ami.jpg Menko Airlangga (Foto: Dokumentasi Kemenko Perekonomian)

JAKARTA - Pemerintah harus bisa bekerja keras agar Indonesia bisa naik kelas dari negara berkembang menjadi negara maju.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartato mengatakan, pendapatan per kapita masyarakat Indonesia baru USD4.174. Hal ini membuat Indonesia masih tergolong negara berkembang

"Total nomornya mencapai 2,4 juta orang dan reformasi ini untuk negara berkembang dan menghindari middle income trap mengingat pendapatan per kapita Indonesia masih mencapai sekitar USD4,174 dan masih terklasifikasi sebagai middle income country," ujar Airlangga dalam video virtual, Rabu (3/2/2021)

Baca Juga: Diprediksi Jadi Negara Maju, Transportasi Umum RI Bakal Lebih Canggih? 

Airlangga menyebutkan, pengangguran bertambah sejak adanya pandemi dan ini menjadi tantangan bagi Indonesia. Hal ini dikarenakan 29,12 juta orang pekerja terdampak akibat pandemi dan juga banyak yang mengalami pemotongan jam kerja.

"Meskipun demikian, pemerintah berkomitmen untuk mengatasi hal ini dan juga untuk terhindar dari middle income trap," katanya

Indonesia harus mengambil momentum dari pemulihan ekonomi ini selama pandemi melalui reformasi struktural dengan improving bisnis dan investasi menjadi simpel dan cepat sehingga investasi akan meningkat secara cepat.

"Investasi merupakan kondisi untuk mengatasi permasalah saat ini dan juga membuka lapangan pekerjaan baru," katanya.

Saat jni proses investasi sangat rumit dengan banyaknya peraturan dari pemda, hyper regulation. Untuk mengurangi kendala itu maka perizinan investasi perlu dipermudah.

"Economic cost dan untuk acelerate economic growth Indonesia memperbaiki regulasinya," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini