Komisi IX DPR Minta Sri Mulyani Tak Kurangi Insentif Nakes

Fadel Prayoga, Jurnalis · Rabu 03 Februari 2021 22:15 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 03 320 2356084 komisi-ix-dpr-minta-sri-mulyani-tak-kurangi-insentif-nakes-4TBwxLwBgq.jpg Test Lab (Okezone)

JAKARTA - Komisi IX DPR RI meminta agar tidak ada pengurangan insentif untuk para tenaga kesehatan. Pasalnya, insentif nakes berkurang di 2021.

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Nihayatul Wafiroh menyatakan, kesimpulan rapat dengar pendapat antara Komisi IX dan pemerintah yaitu mendesak Kementerian Kesehatan berkoordinasi dengan Kementerian keuangan. Terutama dalam hal insentif nakes.

 Baca juga: Sri Mulyani Cairkan Insentif Rp7,69 Triliun ke 727.400 Tenaga Kesehatan

"Komisi IX DPR RI mendesak Kementerian kesehatan berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan untuk tidak melakukan pemotongan insentif tenaga kesehatan," kutip kesimpulan tersebut, Jakarta, Rabu (3/2/2021).

Di mana, keputusan tersebut tercantum pada surat keputusan Menkeu nomor S-65/MK.02/2021 yang menindaklanjuti surat Menkes nomor KU.01.01/Menkes/62/2021 tanggal 21 Januari 2021. Adapun tentang permohonan perpanjangan pembayaran insentif bulanan dan santuan kematian bagi tenaga kesehatan dan peserta Program pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) yang menangani Covid-19.

 Baca juga: Insentif Tenaga Kesehatan Cair Rp5,5 Triliun, Ini Rinciannya

Komisi XI juga mendesak Kemenkes untuk berkoordinasi dengan Kementerian Dalam negeri (Kemendagri) dalam rangka mencari solusi agar insentif bagi Nakes Daerah di seluruh wilayah Indonesia dapat segera dibayarkan. Serta, Kemenkes menyelelesaikan pembayaran klaim rumah sakit di seluruh Indonesia yang merawat dan menangani pasien Covid-19.

Sebelumnya, pengurangan insetif bagi nakes tertuang dalam SK Menteri Keuangan nomor: S-65/MK.02/2021. SK itu diteken Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, pada 1 Februari 2021. Dalam SK itu diatur besaran insentif bagi nakes tahun ini yakni, dokter spesialis sebesar Rp7.500.000, dokter umum dan gigi Rp5.000.000, bidan dan perawat Rp3.750.000, tenaga kesehatan lainnya sebesar Rp2.500.000. Selain itu ada santunan kematian per orang sebesar Rp300.000.000. Baca juga: Tekan Angka Kematian Nakes, Satgas Luncurkan Helpline untuk Beri Bantuan

Sebelumnya pada 2020, besaran insentif untuk dokter spesialis sebesar Rp15 juta. Dokter umum/dokter gigi Rp10 juta. Bidan atau perawat Rp7,5 juta. Tenaga medis lainnya Rp5 juta.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini