Sri Mulyani Cairkan Insentif Rp7,69 Triliun ke 727.400 Tenaga Kesehatan

Rina Anggraeni, Jurnalis · Senin 07 Desember 2020 13:27 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 07 320 2323087 sri-mulyani-cairkan-insentif-rp7-69-triliun-ke-727-400-tenaga-kesehatan-YbaNK2WsKN.jpg Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat realisasi anggaran untuk insentif tenaga kesehatan sudah mencapai Rp7,69 triliun. Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan anggaran ini diberikan kepada 727.400 tenaga kesehatan yang berjuang menangani pandemi Covid-19.

"Insentif bagi tenaga kesehatan 727.400 personil, dengan anggaran yang sudah dibayarkan sebesar Rp7,69 triliun," kata Sri Mulyani dalam video virtual, Senin (7/12/2020).

Baca Juga: Tiba di Indonesia, Vaksin Sinovac Disimpan di Bio Farma Bandung

Anggaran kesehatan dialokasikan untuk mendukung kerja Gugus Tugas Covid-19 yang realisasi anggarannya sudah Rp3,22 triliun. Selain itu, pemerintah memberikan insentif di bidang perpajakan kesehatan Rp3,82 triliun.

"Untuk tahun anggaran 2020 ini, kita mencadangkan Rp35,1 triliun untuk program vaksinasi dan pengadaan vaksin yang ini kita cadangkan termasuk di dalam pengadaan vaksin (1,2 juta vaksin Sinovac asal Tiongkok) yang tadi malam tiba," bebernya.

Baca Juga: Menkominfo 'Amankan' Vaksin Covid-19 China dari Hoaks

Nantinya pelaksanaan program vaksinasi tidak hanya dilakukan tahun ini saja melainkan sampai 2021 dan 2022 sesuai kebutuhan. Oleh karena itu, pemerintah mengalokasikan dana cadangan, ditambah alokasi yang ada tahun depan.

"Untuk 2020 yang sudah dicadangkan sebanyak Rp35,1 triliun. Pada 2021 juga dianggarkan untuk vaksinasi. Pada 2021 total anggaran kesehatan capai 169,7 triliun, untuk penanganan vaksin, dan penanganan Covid adalah sebesar Rp60,5 triliun untuk 2021," pungkasnya.

Sebagai informasi, vaksin Covid-19 buatan Sinovac tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Minggu malam, 6 Desember 2020. Vaksin tersebut langsung dibawa menuju Kantor Pusat Bio Farma di Kota Bandung.

Dari warehouse di terminal cargo Bandara Internasional Soekarno-Hatta, vaksin yang disimpan dalam 7 Envirotainer diangkut menggunakan 3 truk.

Dari keterangan, pada Senin dini hari, 7 Desember 2020, rangkaian kendaraan pengangkut vaksin mulai berjalan menuju Bio Farma. Rangkaian kendaraan ini turut dikawal secara ketat oleh aparat keamanan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini