Share

Ada Vaksin BUMN, Erick Thohir Harap Masyarakat Percaya Kesehatan Dalam Negeri

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Kamis 09 Juni 2022 13:39 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 09 320 2608518 ada-vaksin-bumn-erick-thohir-harap-masyarakat-percaya-kesehatan-dalam-negeri-q5k1cEvFPW.jpg Menteri BUMN Erick Thohir Soal Vaksin BUMN. (Foto: Okezone.com/KBUMN)

JAKARTA - Indonesia menekan impor vaksin Covid-19, setelah PT Bio Farma (Persero) segera memproduksi vaksin BUMN hingga 120 juta dosis per tahun.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan tak ingin Indonesia terus bergantung pada negara lain, baik dari sisi bahan baku obat (BBO) maupun sektor kesehatan secara menyeluruh.

Baca Juga: Uji Klinis Vaksin BUMN Uji Klinis Tahap III Selesai Juli 2022

"Agar masyarakat kita juga percaya pada kesehatan yang dibangun di dalam negeri atau terobosan seperti saat ini, bagaimana kita punya vaksin sendiri, tidak mengimpor vaksin," ujar Erick saat kick off uji klinis vaksin BUMN, Kamis (9/6/2022).

Saat ini vaksin BUMN masuk fase uji klinis tahap III dan ditargetkan rampung pada Juli 2022. Setelah itu, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) akan memberikan emergency use authorization (EUA).

Baca Juga: Pasca Kantungi Izin Penggunaan, Vaksin Covid-19 BUMN Bakal Ganti Nama?

Erick mengatakan akan berkonsultasi dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Kementerian Kesehatan terkait penamaan vaksin BUMN tersebut. Menurutnya, penamaan vaksin BUMN dilakukan untuk proses pendaftaran vaksin ke Badan Kesehatan Dunia (WHO).

"Ke depan pasti kita konsultasi ke bapak Presiden dan Kemenkes, apakah vaksin ini akan diubah namanya. Dalam mencantumkan sebuah nama, bukan berarti jemawa, arogan, atau sombong seakan-akan klaim satu kelompok, tidak, tapi diregister awal harus lakukan itu, kalau tidak nanti tidak tahu itu siapa," tutur Erick.

Dia mencatat tujuan awal vaksin BUMN untuk vaksin primer. Namun tidak menutup kemungkinan menjadi vaksin booster seperti yang diharapkan pemerintah. Erick mengatakan, tahap awal vaksin BUMN ditargetkan sebanyak 120 juta vaksin untuk kebutuhan dalam negeri.

"Tapi tidak produksi kita bisa mencapai 500 juta, ini kalau nanti diperlukan perbesar apalagi kita ingin Indonesia jadi hub produksi vaksin dunia, ya kita bisa tingkatkan," ungkapnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini