Investor Asing Borong Saham Sido Muncul Rp4,5 Triliun

Kamis 04 Februari 2021 12:16 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 04 278 2356335 investor-asing-borong-saham-sido-muncul-rp4-5-triliun-8sFPb3a79D.jpg Asing Beli Saham Sido Muncul. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Asing melakukan transaksi crossing saham jumbo PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) senilai Rp4,5 triliun melalui Anggota Bursa Mandiri Sekuritas pada jelang penutupan perdagangan Rabu 3 Februari 2021. Hal ini juga yang membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin berakhir menguat.

Berdasarkan pantauan di pasar, transaksi dengan nilai jumbo melalui perusahaan efek dengan kode perdagangan CC itu, terjadi dua kali. Dengan adanya transaksi pada pasar negoisasi itu, Investor asing tercatat beli bersih (nett buy) senilai Rp4,767 triliun. Nilai tersebut menjadi rekor tertinggi sepanjang minggu pertama bulan Februari 2021.

Baca Juga: Ignasius Jonan Jadi Komisaris Independen Sido Muncul

Sebelumnya, emiten jamu itu telah mengumumkan akan menjual atau mengalihkan saham hasil pembelian kembali (buy back) atau saham treasury melalui Bursa Efek Indonesia (BEI) sesuai dengan aturan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tentang saham tersebut.

"Jumlah saham yang akan dijual adalah sebanyak 229.778.200 (dua ratus dua puluh sembilan juta tujuh ratus tujuh puluh delapan ribu dua ratus) saham dengan tetap memperhatikan peraturan terkait," kata Direktur Utama SIDO David Hidayat, dikutip dari Harian Neraca, Kamis (4/2/2021).

Baca Juga: Ignasius Jonan Mengundurkan Diri dari Komisaris Independen Sido Muncul

Disebutkan bahwa, SIDO menunjuk PT Mandiri Sekuritas untuk melakukan pengalihan/penjualan saham. Adapun waktu pelaksanaan penjualan saham adalah dari tanggal 28 Januari 2021 sampai dengan 25 Februari 2022. Berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor: 30/POJK.04/2017 tentang pembelian kembali saham yang dikeluarkan perusahaan terbuka khususnya Pasal 23, perusahaan terbuka wajib mengumumkan keterbukaan informasi kepada masyarakat dan menyampaikan bukti pengumuman dan dokumen pendukung kepada OJK paling lambat 14 hari sebelum dilaksanakannya penjualan saham hasil pembelian kembali.

Tahun ini, SIDO mengalokasikan belanja modal atau capital expenditure hingga Rp135 miliar tahun ini. Dana tersebut akan digunakan untuk pengembangan pabrik produksi cairan obat dalam selain jamu cair.

Perseroan mengharapkan setelah program vaksinasi Covid-19 selesai, keadaan ekonomi global berangsur-angsur membaik dan pulih kembali. Pandemi menurutnya mengajarkan para pelaku usaha untuk memanfaatkan peluang yang ada dengan cermat dan cepat.

”Rencana belanja modal atau capex pada 2021 diperkirakan sebesar Rp135 miliar yang digunakan untuk menyelesaikan fasilitas produksi cairan obat dalam II yang dapat digunakan memproduksi jamu cair selain Tolak Angin," kata David.

Selain itu, perseroan pun berencana menambah fasilitas produksi proses distilasi di unit ekstraksi dan juga sebagian dialokasikan untuk belanja modal rutin.

Adapun, belanja modal yang digunakan berasal dari laba perusahaan yang memang telah dicadangkan sebelumnya diluar dividen yang akan dibagikan. Hal ini, tidak mengganggu arus kas perusahaan karena SIDO masih bisa memberikan pertumbuhan laba bersih yang sangat bagus di masa pandemi ini.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini