Dia menuturkan, IPO sub holding sudah menjadi alternatif agar perseroan memperoleh pendanaan di pasar modal. Rencana itu sudah melalui kajian yang matang. "Semua pasti sudah melalui kajian yang matang," ujarnya saat dihubungi MNC Portal.
Adapun total aset Pertamina per Juni 2020 mencapai 70,22 miliar dolar AS atau setara Rp984,93 triliun (kurs Rp 14.000), dengan total liabilitas 40,56 miliar dolar dan jumlah ekuitas senilai 29,66 miliar dolar. Semua aset perseroan dalam bentuk barang, uang dan jasa yang dimiliki atau dikelola oleh Perseroan dan anak-anak Pertamina.
BUMN lain adalah PT Adhi Karya (Persero) Tbk atau ADHI. Direksi Emiten infrastruktur plat merah, Adhi Karya, berencana mendorong PT Adhi Commuter Properti (ACP) dan PT Adhi Persada Gedung (AGP) untuk go public. Rencana itu bahkan sudah disiasati sejak 2019 lalu.
Meski begitu, pada Desember 2020 lalu, manajemen mengumumkan adanya penundaan anak usahanya untuk melantai di bursa saham. Direktur Utama Adhi Karya Entus Asnawi menuturkan, situasi pandemi Covid-19 tidak memungkinkan bagi pasar modal, maka perusahaan memutuskan untuk melakukan penundaan. Nantinya kondisi mulai membaik, maka perseroan akan upaya tersebut.
Dari laporan keuangan yang dipublikasikan Kamis (30/7/2020), ADHI membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk Rp11,27 miliar pada Juni 2020. Realisasi itu turun 94,76 persen dari Rp215 miliar periode yang sama 2019. ADHI memiliki total aset Rp37,69 triliun per 30 Juni 2020. Nilai itu naik dari Rp36,51 triliun pada Desember 2019.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.