Holding BUMN Asuransi Dapat Tugas Berat dari Erick Thohir

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Jum'at 05 Februari 2021 18:38 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 05 320 2357256 holding-bumn-asuransi-dapat-tugas-berat-dari-erick-thohir-f9r4Z2UrUy.jpg Menteri BUMN Erick Thohir (Dok BUMN)

JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir meminta, Indonesia Financial Group (IFG) bisa mendorong pertumbuhan industri keuangan di Tanah Air. Permintaan itu seiring dengan keyakinan bahwa perseroan sebagai pilar penting industri keuangan.

"Tentu sebagai lembaga keuangan yang menaungi bidang investasi, asuransi dan penjaminan, IFG diharapkan mampu menaikkan pertumbuhan industri keuangan," ujar Erick Jumat (5/2/2021).

 Baca juga: Bos Holding BUMN Asuransi Pede Jadi Nomor 1 di Indonesia

IFG sebagai Holding BUMN Asuransi dan Penjaminan juga diharapkan mampu menciptakan produk dan jasa layanan yang inovatif, cermat, tepat dan bermanfaat bagi masyarakat Indonesia. Langkah itu didasari atau mengedepankan semangat amanah, kompeten, harmonis, loyal, adaptif, dan kolaboratif (AKHLAK BUMN)

IFG sendiri telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) bersama dengan Badan Pengawasan dan Pembangunan (BPKP) ihwal komitmen manajemen untuk meningkatkan tata kelola perusahaan yang baik. Hal itu sekaligus upaya meningkatkan kepercayaan pasar di sektor industri keuangan.

 Baca juga: OJK Tunggu Arahan Erick Thohir soal IFG Life

Ruang lingkup MoU meliputi asistensi BPKP dalam rangka pelaksanaan Governance, Risk & Compliance (GRC) di IFG serta anak perusahaannya, dan peningkatan efektivitas pengelolaan risiko kecurangan (fraud).

Sebagai induk holding, IFG memiliki sembilan entitas anak perusahaan yang fokus pada produk keuangan dan pasar modal, asuransi umum dan penjaminan, serta asuransi jiwa dan kesehatan.

Ini meliputi PT Bahana TCW Investment Management, PT Bahana Sekuritas, PT Bahana Arta Ventura, PT Bahana Kapital Investa, dan PT Graha Niaga Tata Utama dari lini bisnis keuangan dan pasar modal.

Sementara, anak perusahaan dari sektor asuransi umum dan penjaminan mencakup PT Jasa Raharja, PT Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo), PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo), dan PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini