Bukan Ditarik, Sertifikat Tanah yang Lama Ditukar dengan Elektronik

Giri Hartomo, Jurnalis · Jum'at 05 Februari 2021 14:39 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 05 470 2357079 bukan-ditarik-sertifikat-tanah-yang-lama-ditukar-dengan-elektronik-k2C11YwupG.jpg Sertifikat Tanah Jadi Elektronik. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Sertifikat tanah elektronik segera diterbitkan tahun ini. Namun demikian tidak semerta-merta Kementerian Agraria dan Tata Ruang atau Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menarik sertifikat lama yang berbentuk fisik.

Kepala Biro Hubungan Masyarakat Kementerian ATR Yulia Jaya Nirmawati mengatakan, Kepala Kantor Pertanahan tidak akan menarik sertifikat tanah yang dimiliki masyarakat. Namun penarikan dilakukan atas dasar inisiatif masyarakat yang ingin menukarkan sertifkatnya dari yang semula fisik menjadi elektronik.

Baca Juga: Kementerian ATR Jelaskan soal Penarikan Sertifikat Tanah Secara Massal

"Terkait pasal 16 ayat 3 Peraturan Menteri tersebut, Kepala Kantor Pertanahan tidak akan menarik sertifikat di masyarakat, tapi apabila masyarakat datang ke kantor pertanahan dan ingin mengelektronikan sertifikat analognya menjadi sertifikat elektronik maka sertipikat analognya akan ditarik dan disimpan di kantor pertanahan,” ujarnya dalam keterangannya, Jumat (5/2/2021).

Namun menurut Yulia, sertifikat yang dimiliki masyarakat sekali lagi bukan ditarik melainkan ditukar dengan yang elektronik. Sementara sertifikat lamanya yang berbentuk fisik akan disimpan dan tidak dikembalikan lagi ke pemiliknya.

“Atau dengan kata lain sertipikat analog itu ditukar menjadi sertipikat elektronik dan sertipikat analognya tidak dikembalikan lagi ke pada pemiliknya,” jelas Yulia.

Baca Juga: Jakarta dan Surabaya Bakal Terapkan Sertifikat Tanah Elektronik

Sebelumnya, Menteri Agraria dan Tata Ruang atau Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Sofyan Djalil memastikan pihaknya tidak akan menarik sertifikat fisik atau manual. Meskipun pemerintah saat ini sedang dalam proses menerbitkan sertifikat tanah secara elektronik.

Menurut Sofyan, banyak masyarakat yang salah paham tentang sertifikat elektronik. Karena banyak yang beranggapan jika ada sertifikat elektronik, maka sertifikat lama yang masih berbentuk fisik akan ditarik.

“Yang hari ini banyak sekali salah paham Banyak sekali kekeliruan, banyak sekali orang mengutip di luar konteks seolah-olah dengan hak elektronik ini akan menarik sertifkat. Itu tidak benar,” beberapa waktu lalu.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini