Penyaluran Kredit dari Penempatan Dana Pemerintah Rp315,51 Triliun, Ini Rinciannya

Michelle Natalia, Jurnalis · Minggu 07 Februari 2021 14:36 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 07 320 2358054 penyaluran-kredit-dari-penempatan-dana-pemerintah-rp315-51-triliun-ini-rinciannya-Xd82S6rYlR.jpg Rupiah (Foto: Okezone)

JAKARTA - Staf Ahli Bidang Pengeluaran Negara Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Kunta Wibawa Dasa Nugraha membeberkan hasil penyaluran kredit dari penempatan dana pemerintah yang senilai Rp66,75 triliun.

Penempatan dana dilakukan pada 4 Bank Himbara sebesar Rp47,5 triliun, 21 BPD sebesar Rp16,25 triliun, dan 3 bank syariah sebesar Rp3 triliun.

Sementara itu total keseluruhan penyaluran kredit, kata Kunta, telah mencapai Rp315,51 triliun dengan rincian bank Himbara sebesar Rp265,08 triliun, BPD Rp43,02 triliun, dan bank syariah Rp7,41 triliun. Adapun jumlah debitur keseluruhan mencapai 4,7 juta debitur.

"Leverage penyaluran kredit penempatan dana telah mencapai 4,72 kali," ujar Kunta dalam Webinar Percepatan Ekonomi Sosial: "Percepatan Pemulihan Ekonomi, Apa yang Menjadi Prioritas?" di Jakarta, Minggu (7/2/2021).

Baca Juga: Ingat! Penempatan Dana Pemerintah Hanya untuk Bank yang Sehat 

Dia menilai bahwa penempatan dana relatif simple dan implementable, juga mayoritas mendukung kredit modal usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Penyaluran kredit untuk segmen UMKM telah mencapai Rp215,41 triliun atau 68,27% dari total penyaluran kredit.

Alokasi dana PEN untuk UMKM adalah sebesar Rp66,99 triliun. Dengan outstanding penempatan dana sebesar Rp66,75 triliun, maka sisa dana yang tersedia adalah sebesar Rp0,24 triliun.

"Rata-rata NPL bank umum mitra mencapai 3,07%. Sementara rata-rata penurunan suku bunga kredit mencapai 2,04%," terang Kunta.

Dia menyebutkan bahwa penyaluran kredit juga telah dilakukan kepada 415 Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dengan nilai sebesar Rp1,37 triliun.

"Penempatan dana telah mendorong inovasi kredit perbankan seperti digitalisasi penyaluran kredit, kerjasama dengan institusi terkait baik itu BPR, BMDES, Pemda, Fintech, dan lainnya, dan peluncuran program kredit khusus seperti replanting, ASN Spesial, komunitas rumah ibadah, anti rentenir, dan komoditi unggulan," pungkas Kunta.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini