Industri Mamin Jadi Jagoan Dongkrak Ekonomi Indonesia 2021

Rina Anggraeni, Jurnalis · Selasa 09 Februari 2021 10:23 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 09 320 2359024 industri-mamin-jadi-jagoan-dongkrak-ekonomi-indonesia-2021-Sme70J1JOG.jpg Industri Mamin Jadi Penggerak Ekonomi 2021. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Industri makanan dan minuman (mamin) akan menjadi andalan dalam memacu pertumbuhan sektor manufaktur dan ekonomi nasional.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, di masa pandemi Covid-19, industri mamin menjadi sektor strategis dalam memenuhi kebutuhan masyarakat.

Baca Juga: Pengusaha Pede Industri Makanan Minuman Bisa Tumbuh 7% Tahun Ini

Pada 2020, industri mamin mampu tumbuh positif sebesar 1,66% dengan kontribusinya terhadap PDB industri pengolahan non-migas mencapai 38,29% dan terhadap PDB nasional sebesar 6,85% .

“Sehingga industri mamin menjadi industri prioritas yang dikembangkan,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita di Jakarta, Selasa (9/2/2021).

Baca Juga: RUU Larangan Minol Akan Diubah, Jadi Apa?

Guna mendorong industri mamin agar perannya semakin meningkat di dalam perekonomian nasional, salah satu upayanya adalah menjamin ketersediaan bahan baku. Langkah untuk menjaga keberlagsungan usaha ini diyakini akan mendongrak produktivitas dan daya saing sektor tersebut.

“Sebagai upaya untuk menjamin ketersediaan bahan baku industri, khususnya industri mamin, pada saat ini sedang dibahas Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) turunan Undang-Undang Nomor 11 tentang Cipta Kerja sektor Perindustrian, yang di dalamnya juga memuat pengaturan tentang jaminan ketersediaan bahan baku untuk industri,” papar Menperin.

Menurut Agus, jaminan bahan baku bagi industri pangan termasuk yang menjadi fokus pengaturan dalam RPP tersebut, di mana ketersediaan bahan baku baik dari dalam maupun luar negeri akan dibahas berdasarkan neraca komoditas yang di dalamnya melibatkan semua kementerian dan lembaga terkait dari hulu sampai hilir, yangg dikoordinasikan oleh kementeriaan Koordinasi Bidang Perekonomian.

“Kebutuhan bahan baku atau bahan penolong untuk industri makanan, termasuk di dalamnya gula, berdasarkan neraca komoditas terlebih dahulu harus dilakukan verifikasi baik dari sisi suplai maupun demand, sehingga akan didapatkan data kebutuhan bahan baku yang akurat dan akuntabel,” tegasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini