Kemendag Putar Otak Geber Ekspor di 2021

Oktiani Endarwati, Jurnalis · Selasa 09 Februari 2021 13:08 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 09 320 2359129 kemendag-putar-otak-geber-ekspor-di-2021-kprVOVom7b.jpg Ekspor (Shutterstock)

JAKARTA - Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Jerry Sambuaga mengatakan, pandemi Covid-19 telah berdampak terhadap kontraksi volume perdagangan barang dan jasa dunia sebesar minus 9,61% pada tahun 2020. Tidak hanya Indonesia, kurang lebih ada 200 negara yang mengalami kontraksi akibat pandemi Covid-19.

"Kita mencari cara dan peluang apa saja yang bisa kita carikan solusi untuk memulihkan dan juga meningkatkan kinerja perdagangan Indonesia," ujarnya dalam Research Talk 2021, Selasa (9/2/2021).

 Baca juga: Geber Ekspor Perikanan, RI Gandeng Vietnam

Jerry melanjutkan, sepanjang tahun 2020, neraca perdagangan Indonesia mencatatkan surplus sebesar USD21,7 miliar. Realisasi ekspor nonmigas tahun 2020 mencapai USD154,99 miliar atau 95,06% dari target yang ditetapkan sebesar USD163,05 miliar. Meski begitu, dia mengakui bahwa surplus ini salah satu faktornya disebabkan dari nilai impor yang turun.

"Apapun itu hasilnya, nilai positifnya dengan pemahaman nilai ekspor lebih besar daripada impor walaupun kita tahu mungkin itu salah satu faktor disebabkan dari nilai impor yang menurun," ungkapnya.

 Baca juga: Bukan Lagi Pengekspor Bahan Mentah, 14 Negara 'Jahili' Ekspor RI

Dia menuturkan, sesuai mandat Presiden kepada Kementerian Perdagangan (Kemendag) bahwa terdapat tiga arahan kebijakan tahun 2021. Pertama, menjaga stabilitas harga terutama inflasi. Kedua, membantu pelaku UKM perdagangan agar dapat masuk ke dalam pasar ekspor termasuk memperbaiki struktur kerja dengan Balai Latihan Ekspor.

Ketiga, bagaimana Indonesia bisa menembus pasar non tradisional melalui perjanjian kerja sama atau kemitraan

"Bagaimana Indonesia bisa menembus pasar di luar dengan cara kita meningkatkan, merealisasikan dan mengeksekusi perdagangan atau perundingan perdagangan internasional. Selain itu juga mencari nilai tambah dari yang tadinya mengekspor barang mentah kemudian diolah menjadi barang jadi baru diekspor," tuturnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini