Selain Nikel dan Sawit, Ini Sederet Tantangan di Sektor Perdagangan

Ferdi Rantung, Jurnalis · Jum'at 12 Februari 2021 13:26 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 12 320 2360883 selain-nikel-dan-sawit-ini-sederet-tantangan-di-sektor-perdagangan-JvwuoeC6jG.jpg Nikel (Foto: Reuters)

JAKARTA - Kementerian Perdagangan mengucapkan selamat Imlek 2571 kepada seluruh masyarakat khususnya pelaku perdagangan yang merayakan. Diharapkan tahun ini bisa menjadi awal tahun pemulihan bagi sektor kesehatan, ekonomi dan perdagangan Indonesia.

Wamendag Jerry Sambuaga mengatakan, tahun Kerbau Logam ini semua pihak bekerja keras dan bekerja sama mengatasi tantangan-tantangan terutama berkaitan dengan pandemi Covid-19 yang belum usai.

“Saya mengucapkan Selamat Imlek, semoga kita bisa mendapatkan berbagai hasil positif dengan kerja keras mengatasi tantangan baik di bidang ekonomi maupun perdagangan.” Kata Wamendag, dalam keterangannya, Jumat (12/2/2021).

Baca Juga: Daftar Bisnis yang Bakal Cuan di Tahun Kerbau Logam 

Menurut Jerry, tantangan pada 2021 di bidang perdagangan adalah bagaimana memulihkan kondisi sebagaimana sebelum terjadi pandemi. Kemendag mencatat banyak sektor dan jasa perdagangan terdampak oleh pandemi seperti di industri kuliner, jasa perhotelan, jasa pariwisata dan sebagainya.

Perdagangan yang melibatkan UMKM juga tak luput dari pengaruh pandemi. Sebaliknya terjadi pergeseran (shifting) ke produk-produk kesehatan dan layanan dasar dan juga kebugaran.

Pemulihan, menurutnya memerlukan penyesuaian berkaitan dengan isu kesehatan dalam interaksi publik. Kementerian Perdagangan telah menyusun dan mensosialisasikan sejumlah program penyesuaian baik di sektor perdagangan rakyat, perdagangan besar maupun perdagangan antar negara.

Lingkup yang menjadi fokus perubahan adalah sistem birokrasi, perizinan, sampai dengan standar-standar interaksi dan transaksi dalam perdagangan. Dengan penyesuaian-penyesuaian itu, dia optimis bahwa perlahan namun pasti kondisi normal akan segera dicapai.

Untuk tahun ini, Mendag dan Wamendag mengarahkan sumber daya untuk tetap menjamin ketersediaan kebutuhan masyarakat dengan harga yang terjangkau, khususnya di sektor kebutuhan pokok, kesehatan dan kebutuhan strategis lainnya.

Dalam perdagangan luar negeri, Kementerian Perdagangan ingin menciptakan sistem dan neraca perdagangan yang sehat guna mendukung industri dan ekonomi nasional secara berkelanjutan. Untuk itu penyelesaian dan implementasi perjanjian perdagangan akan terus diupayakan.

“Kita berharap beberapa perjanjian perdagangan, termasuk Indonesia-EU CEPA bisa selesai. Selain itu kita juga akan melebarkan pasar ke Afrika dan Amerika Selatan,” ujarnya.

Perundingan I-EU CEPA akan memasuki putaran baru akhir Februari ini. Ada beberapa isu penting yang dibahas seperti akses pasar dan fasilitasi perdagangan. Indonesia dan Uni Eropa juga tengah menyelesaikan dua perselisihan perdagangan yaitu dalam komoditas nikel dan kelapa sawit.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini