Selain Nikel dan Sawit, Ini Sederet Tantangan di Sektor Perdagangan

Ferdi Rantung, Jurnalis · Jum'at 12 Februari 2021 13:26 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 12 320 2360883 selain-nikel-dan-sawit-ini-sederet-tantangan-di-sektor-perdagangan-JvwuoeC6jG.jpg Nikel (Foto: Reuters)

Pemulihan, menurutnya memerlukan penyesuaian berkaitan dengan isu kesehatan dalam interaksi publik. Kementerian Perdagangan telah menyusun dan mensosialisasikan sejumlah program penyesuaian baik di sektor perdagangan rakyat, perdagangan besar maupun perdagangan antar negara.

Lingkup yang menjadi fokus perubahan adalah sistem birokrasi, perizinan, sampai dengan standar-standar interaksi dan transaksi dalam perdagangan. Dengan penyesuaian-penyesuaian itu, dia optimis bahwa perlahan namun pasti kondisi normal akan segera dicapai.

Untuk tahun ini, Mendag dan Wamendag mengarahkan sumber daya untuk tetap menjamin ketersediaan kebutuhan masyarakat dengan harga yang terjangkau, khususnya di sektor kebutuhan pokok, kesehatan dan kebutuhan strategis lainnya.

Dalam perdagangan luar negeri, Kementerian Perdagangan ingin menciptakan sistem dan neraca perdagangan yang sehat guna mendukung industri dan ekonomi nasional secara berkelanjutan. Untuk itu penyelesaian dan implementasi perjanjian perdagangan akan terus diupayakan.

“Kita berharap beberapa perjanjian perdagangan, termasuk Indonesia-EU CEPA bisa selesai. Selain itu kita juga akan melebarkan pasar ke Afrika dan Amerika Selatan,” ujarnya.

Perundingan I-EU CEPA akan memasuki putaran baru akhir Februari ini. Ada beberapa isu penting yang dibahas seperti akses pasar dan fasilitasi perdagangan. Indonesia dan Uni Eropa juga tengah menyelesaikan dua perselisihan perdagangan yaitu dalam komoditas nikel dan kelapa sawit.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini