Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Minta Industri Berbenah, Erick Thohir: Kita Jadi Raksasa yang Tadinya Tertidur

Suparjo Ramalan , Jurnalis-Jum'at, 12 Februari 2021 |13:54 WIB
Minta Industri Berbenah, Erick Thohir: Kita Jadi Raksasa yang Tadinya Tertidur
Menteri BUMN Erick Thohir (Foto: Kementerian BUMN)
A
A
A

 JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menilai pandemi Covid-19 menjadi momentum penting bagi sektor industri untuk berbenah diri. Dengan begitu, pasca pandemi semua lini bisnis diyakini akan kembali bergeliat.

Erick bilang sektor industri di dalam negeri akan menjadi bisnis raksasa. Kondisi yang membuat hampir seluruh lini usaha menjadi lesu akan bangkit dari tekanan usai pandemi.

Baca Juga: Industri Ini Tahan Banting di Tengah Covid-19

"Sekarang dengan Covid-19 dan pasca Covid nanti, justru ini menjadi kesempatan kita menjadi raksasa yang tadinya tertidur, sekarang terbangunkan. Bukan hanya ekonomi syariah saja, tapi juga di industri lainnya," ujar Erick Jumat (12/2/2021).

Keyakinan itu didasari pada penilaian bahwa Indonesia merupakan pasar potensial. Potensi itu harus dimanfaatkan oleh pelaku usaha di Tanah Air. Sementara pemerintah akan mendorong upaya pemulihan dari berbagai program stimulus ekonomi dan kesehatan.

Baca Juga: Daftar Industri yang 'Kebal' Covid-19

Khusus untuk ekonomi syariah, kata Erick, fundamentalnya sangat kokoh. Bahkan melebihi ekonomi konvensional. Secara pertumbuhan,%tase pertumbuhan perbankan syariah di Indonesia rata-rata di angka 17%-18%, sementara bank konvensional berada di level 11%.

"Ini yang coba kita lihat, momentum ini, kita kekuatannya sebagai bangsa ini marketnya.

Dan kalau kita lihat fundamentalnya tidak jelek, bank syariah itu pertumbuhannya lebih baik dari bank konvensional. Kalau tidak salah angkanya itu 17-18%. Sedangkan bank konvensional 11%," katanya.

Pemerintah akan mengambil langkah keberpihakan untuk mendorong kinerja ekonomi dan bank syariah di Indonesia dengan menjadikan sistem ekonomi yang inklusif atau terbuka.

"Potensinya ada, tapi keberpihakan harus mulai kita lakukan. Keberpihakan bukan berarti kita menjadi tertutup, kita mau juga ekonomi syariah ini menjadi ekonomi yang inklusif, yang disampaikan bapak Presiden (Jokowi), apakah mengenai financial syariahnya yang inklusif. Nah, pasarnya momentum yang sangat luar biasa," tutur dia.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement