Relaksasi PPnBM, Penjualan Mobil Bisa Ngegas?

Ferdi Rantung, Jurnalis · Senin 15 Februari 2021 17:11 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 15 320 2362440 relaksasi-ppnbm-penjualan-mobil-bisa-ngegas-QKPlqSdv5n.jpg Mobil (Okezone)

JAKARTA - Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Jongkie D Sugiarto menilai bahwa relaksasi pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) (Pajak Mobil Baru) yang diberikan pemerintah akan berdampak positif bagi industri otomotif tanah air. Dengan adanya relaksasi pajak ini diharapkan penjualan mobil dapat meningkat kembali.

"Biasanya kita jualan itu 85 ribu sampai 90 unit mobil sebulan (sebelum ada pandemi), sekarang hanya tinggal 50 ribu," katanya kepada MNC Portal Indonesia, Senin (15/1/2021)

 Baca juga: Relaksasi Pajak Mobil Bikin Segar Sektor Otomotif, Intip Saham yang Cuan

Ia menyampaikan, bahwa ini merupakan langkah yang baik dari pemerintah untuk menolong industri otomotif. Diharapkan dengan adanya relaksasi ini Agen Pemegang Merek bisa menjual mobil sebanyak - banyaknya.

"Kita gak mau pabrik mobil dan komponen jangan sampai ada PHK, ini merupakan langkah yang bagus dari pemerintah dikasih waktu 3 bulan supaya pabrik mobil bikin mobil sebanyak banyaknya dan jual sebanyaknya." jelasnya.

 Baca juga: Sri Mulyani Buka Suara Soal Pajak Mobil Baru 0%

Ia menjelaskan, semenjak ada pandemi masyarakat akan berpikir dua kali untuk membeli mobil. Namun adanya diskon PPnBM kendaraan bermotor diharapkan akan ikut mengakselerasi daya beli masyarakat.

"Yang tadinya berminat tapi tertunda karena pandemi. dengan adanya relaksasi ini bisa menimbulkan lagi minat tersebut" jelasnya.

Meski sudah ada diskon PPNBM, Gaikindo menargetkan penjualan pada 2021 ini mencapai 750 ribu unit. Angka tersebut meningkat dibandingkan penjualan tahun lalu yang hanya mencapai 532 ribu unit.

"Tahun 2020 kita hanya menjual 532 ribu, jauh sekali dengan tahun lalu (2019) yang mencapai 1,03. Namun, sebenarnya tujuan akhirnya dari PPNBM ini adalah supaya pabrik mobil dan komponen bisa bekerja kembali secara total dan tidak ada PHK," tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini