Potret Kedekatan Sri Mulyani dengan Ngozi Okonjo-Iweala, Petinggi WTO

Alya Ramadhanti, Jurnalis · Selasa 16 Februari 2021 13:17 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 16 320 2362897 potret-kedekatan-sri-mulyani-dengan-ngozi-okonjo-iweala-petinggi-wto-t2PnFe0kNU.jpg Sri Mulyani dengan Ngozi (Foto: IG SMI)

JAKARTA – Menteri Keuangan Sri Mulyani mengucapkan selamat kepada Ngozi Okonjo-Iweala yang terpilih sebagai Direktur Jenderal Organisasi Perdagangan Dunia atau WTO.

Ngozi Okonjo-Iweala merupakan wanita dan orang Afrika pertama di dunia yang akan memimpin WTO. Masa jabatannya akan dimulai pada 1 Maret 2021.

 Baca juga: Ini Sosok Wanita Pertama yang Bakal Jadi Bos WTO

Dalam postingan di Instagram pribadinya, Sri membagikan foto kebersamaan mereka. Tertera juga ucapan selamat kepada Ngozi.

“Selamat kepada sobat tersayang Dr Ngozi Okonjo-Iweala telah diangkat menjadi Direktur Jenderal Organisasi Perdagangan Dunia @worldtradeorganization. Wanita pertama sebagai Dirjen!,” kata Sri Mulyani, Selasa (16/2/2021).

 Baca juga: Ngozi Okonjo-Iweala Jadi Wanita dan Orang Afrika Pertama Pimpin WTO

Sri juga mengungkapkan Ngozi dihadapkan dengan tugas besar dan penting di WTO. Termasuk melakukan perubahan di WTO untuk menciptakan perdagangan yang adil, kesempatan yang sama, dan kemakmuran dunia.

Sebelumnya, Organisasi Perdagangan Dunia (World Trade Organization/WTO) untuk pertama kali memilih perempuan dan orang Afrika sebagai pemimpin organisasi tersebut.

Mengutip VoA Indonesia, Jakarta, Selasa 916/2/2021), Ekonom Nigeria Ngozi Okonjo-Iweala, yang berusia 66 tahun, ditunjuk sebagai direktur jenderal WTO pada Senin (15/2), oleh perwakilan dari 164 negara yang membentuk organisasi itu.

 Baca juga: Ini Sosok Wanita Pertama yang Bakal Jadi Bos WTO

Dalam konferensi pers daring, Senin (15/2), Okonjo-Iweala mengatakan bahwa ia sangat ingin memulai pekerjaan mereformasi organisasi itu dan memodernisasi aturan agar sesuai dengan masalah abad ke-21.

Dia mengatakan salah satu prioritas utamanya adalah fokus pada masalah COVID-19, termasuk bekerja sama dengan fasilitas COVAX dan Akselerator ACT untuk mempercepat pasokan dan vaksin ke negara-negara miskin.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini