Penerimaan Negara Berpotensi Hilang Rp2,3 Triliun dari PPnBM 0% Mobil Baru

Rina Anggraeni, Jurnalis · Selasa 16 Februari 2021 13:37 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 16 320 2362922 penerimaan-negara-berpotensi-hilang-rp2-3-triliun-dari-ppnbm-0-mobil-baru-axRG2HBW6T.jpg Pajak Mobil Baru. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Pemerintah memastikan penurunan pajak mobil atau Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) untuk sedan dan tipe 4x2 maksimal sebesar 1.500 cc dilaksanakan Maret 2021.

Sebagai informasi, besaran insentif PPnBM ini akan dilakukan dengan proses bertahap. Untuk tiga bulan pertama akan diberikan penurunan sebesar 100% dari tarif PPnBM yang sekitar 10%.

Baca Juga: Relaksasi PPnBM, Penjualan Mobil Bisa Ngegas?

Kemudian, untuk tiga bulan kedua, diberikan penurunan sebesar 50% dari tarif dan untuk tiga bulan ketiga akan diberikan penurunan sebesar 25% dari tarif. Sehingga, ada evaluasi setiap triwulanan.

Seketaris Kementerian Koordinator bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso mengatakan, aturan ini dibuat oleh Kementerian Keuangan untuk menyegerakan perubahan Peraturan Menteri Keuangan yang terkait PPnBM mobil tersebut.

Baca Juga: Pengusaha Menanti Aturan Khusus soal Pajak Mobil Baru

Adapun, kebijakan insentif pajak membuat potensi penurunan penerimaan negara dari sektor itu akan berada di kisaran Rp1 triliun sampai Rp2,3 triliun.

"Dengan pengurangan PPnBM ini potensial penurunan revenuenya barang kali ada di satu koma sekian sampai sampai Rp2,3 triliun," ujar Susiwijono dalam video virtual, Selasa (16/2/2021).

Kendati demikian, ada dampak positif dari kebijakan pengurangan pajak mobil itu akan mampu menggerakan perekonomian secara lebih cepat. Sebab, industri turunan dari sektor otomotif dikatakannya sangat banyak.

"Dampak positifnya mulai nanti masyarakat melakukan pembelian kendaraan bermotor, pembeliannya menggerakan industri pendukung. Dari hitungan itu pajak-pajak lain akan naik dibanding kondisi pandemi tahun lalu," tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini