Ciri-Ciri dan 5 Cara Hindari Investasi Bodong

Alya Ramadhanti, Jurnalis · Kamis 18 Februari 2021 21:19 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 18 622 2364213 ciri-ciri-dan-5-cara-hindari-investasi-bodong-7v5UcytP1I.jpg Tips Hindari Investasi Bodong (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Investasi menjadi salah satu metode untuk menyimpan uang dan mendapatkan keuntungan. Namun, saat ini marak perusahaan investasi bodong masih berkeliaran di masyarakat.

Sering kali, investasi bodong membuat masyarakat awam menjadi korban karena tidak terlalu memahami alur investasi yang benar. Akibatnya, alih-alih mendapatkan untung, malah kehilangan uang.

Seperti dikutip dari laman Instagram Prita Ghozie, Kamis (18/2/2021), berikut cara ampuh yang dapat dilakukan untuk menghindari investasi bodong.

Baca Juga: Waspada Investasi Bodong Skema Ponzi, Kenali Ciri-cirinya 

1. Waspada Penawaran Investasi Melebihi Risk-Free Rate

Hampir semua investasi bodong akan menawarkan imbal hasil yang tidak masuk akal dan luar biasa besar. Misal, keuntungan 5% dalam sebulan atau jumlah keuntungan mencapai 40%-50% dalam 1 tahun. Padahal risk-feee rate deposito dan SBN Ritel saja di bawah itu. Sedangkan deposito bank 12 bulan saja hanya menghasilkan 3,25% per tahun dan kupon ORI 019 hanya menghasilkan 5,57% per tahun. Maka bisa dipastikan tidak ada investasi yang hasilnya pasti dan konsisten 50% per tahun.

2. Perhatikan Keabsahan Investasi

Sebelum melakukan kegiatan investasi, pastikan legalitas perusahaan dan juga usaha yang dijalankan sesuai ketentuan hukum yang berlaku di bawah ijin serta pengawasan regulator. Seperti Otoritas Jasa Keuangan untuk jasa-jasa keuangan, Bank Indonesia untuk perbankan, dan BAPPEBTI untuk perdagangan komoditi.

3. Waspada Usaha Tidak Jelas

Kebanyakan investasi bodong tidak akan memiliki kegiatan usaha yang jelas dan terorganisir. Sebab perusahaan itu hanya fokus pada pengumpulan dana dari masyarakat saja. Intinya harus memiliki sikap skeptis dan negatif. Berikut skema investasi bodong yang harus diketahui, pertama skema piramida, yaitu merekrut anggota plus transfer uang tanpa kejelasan apa yang diperdagangkan. Kedua skema ponzi, yaitu setor uang, dapat komisi, dan tidak jelas bisnis apa yang diperdagangkan.

Baca Juga:  Daftar 14 Investasi Bodong yang Tak Logis dan Ilegal

4. Hindari Perusahaan yang Tidak Memiliki Izin Resmi

Investasi bodong dengan sistem piramida umumnya akan menggunakan sistem perekrutan yang secara langsung bisa memengaruhi jumlah pendapatan dari uang yang ditanamkan. Perbedaannya dengan sistem multi level marketing adalah ada produk atau barang yang dijual, dan perusahaan dengan sistem MLM harus mempunyai SIUPL (Surat Izin Usaha Penjualan Langsung) dari BKPM.

 

5. Periksa Laporan yang Memadai

Sebuah perusahaan investasi seharusnya memiliki laporan keuangan perusahaan yang baik dan rapi. Bagi investor pun harus bisa mengakses rekening dana nasabah dengan mudah.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini