Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Wall Street Merosot Imbas Saham-Saham Teknologi Berguguran

Antara , Jurnalis-Jum'at, 19 Februari 2021 |07:51 WIB
Wall Street Merosot Imbas Saham-Saham Teknologi Berguguran
Wall Street (Reuters)
A
A
A

“Kita akan mendapatkan pemulihan ekonomi yang dipicu oleh vaksin, itu nomor satu. Sisi lain dari cerita itu adalah pasar sebagian besar telah memperkirakan dan mendorong diri mereka sendiri ke wilayah yang dinilai terlalu tinggi. Pasar akan berjuang dengan itu,” katanya.

Kekhawatiran atas prospek inflasi yang meningkat telah mendorong investor untuk membukukan keuntungan pada saham dengan valuasi tinggi di sektor teknologi dan jasa komunikasi Indeks S&P 500, yang telah mendukung kenaikan 76 persen di Indeks S&P 500 sejak posisi terendah Maret 2020.

Peter Essele, Kepala Manajemen Portofolio Commonwealth Financial Network di Boston, mengatakan ada banyak kegembiraan irasional yang dibangun dalam harga saham menuju tahun ini.

"Kami mulai memasuki lingkungan di mana risiko benar-benar menjadi faktor lagi dan terutama risiko inflasi," katanya. Sekarang pertanyaannya adalah apakah fundamentalnya akan sesuai dengan tingkat harga yang ada saat ini.

Sebuah laporan Departemen Tenaga Kerja menunjukkan klaim awal untuk tunjangan pengangguran naik menjadi 861.000 minggu lalu dari 848.000 pada minggu sebelumnya, sebagian karena klaim potensial terkait dengan penutupan sementara pabrik mobil akibat kekurangan chip semikonduktor global.

Walmart Inc merosot 6,5 persen menjadi 137,66 dolar setelah pengecer terbesar di dunia itu gagal mencapai perkiraan laba kuartalan dan memperkirakan kenaikan satu digit dalam penjualan bersih fiskal 2022.

“Kami mendapatkan bacaan yang beragam. Penjualan eceran yang kuat dan kemudian klaim yang buruk. Kita akan melihatnya mungkin selama sisa kuartal ini," kata Kepala Investasi Cresset Capital Management, Jack Ablin, di Chicago.

“Bahkan kisah Walmart tidak seburuk itu di permukaan; mereka akan melakukan lebih banyak investasi," kata Ablin.

Walmart telah banyak berinvestasi dalam periklanan daring dan bisnis perawatan kesehatan selama setahun terakhir, menggunakan momentum penjualan yang dipicu pandemi untuk melakukan diversifikasi di luar ritel fisik.

Marriott International Inc naik 0,5 persen menjadi 131,98 dolar setelah melaporkan kerugian kuartalan karena pemesanan jaringan hotel menurun akibat pembatasan perjalanan yang disebabkan pandemi.

(Fakhri Rezy)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement