Sementara beban pokok penjualan diperoleh sejumlah Rp 7,83 triliun, turun 21,38% dari kuartal III-2019 sebesar Rp 9,96 trilun.
Kemudian kaba kotor perseroan juga mengalami penurunan 9,64% menjadi Rp 1,78 triliun dibandingkan perolehan kuartal III-2019 yang tercatat sebesar Rp 1,97 triliun. Rugi Sebelum pajak diperoleh sebesar Rp 90,19 miliar dari laba sebelum pajak periode sama tahun lalu Rp 145,91 miliar.
Rugi yang dapat diatribusikan pemilik entitas induk tercatat sebanyak Rp 104,59 miliar dari sebelumnya memperoleh laba sebesar Rp 139,53 miliar.
Sebelumnya, Gajah Tunggal berencana menerbitkan surat utang global (global bond) maksimal USD270 juta, yang ditargetkan jatuh tempo pada 2026. Aksi ini merupakan upaya perseroan untuk membiayai kembali (refinancing) senior secured notes USD250 juta yang jatuh tempo pada 10 Agustus 2022. Kepastian mengenai suku bunga akan ditentukan saat bookbuilding penerbitan surat utang baru. Perseroan akan mempertimbangkan tingkat suku bunga yang berlaku di pasar.
Rencana ini juga wajib melewati persetujuan pemegang saham lantaran termasuk transaksi material. Nilai penebitan surat utang baru yang setara Rp 4,02 triliun ini mencerminkan 64,82% dari ekuitas perseroan per 30 September 2020.
(Fakhri Rezy)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.