Holding BUMN Geothermal Selesai 2021, Anak Usaha Pertamina dan PLN Bergabung

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Senin 22 Februari 2021 07:21 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 22 320 2365980 holding-bumn-geothermal-selesai-2021-anak-usaha-pertamina-dan-pln-bergabung-sfph7sHMYD.jpg Menteri BUMN Erick Thohir (Foto: Kementerian BUMN)

JAKARTA – Menteri BUMN Erick Thohir menargetkan Holding BUMN Geothermal akan direalisasikan pada 2021. Holding ini gabungan dari anak usaha PT Pertamina (Persero) dan PT PLN (Persero).

Soal pembentukan Holding BUMN Panas Bumi atau geothermal ini, manajemen perseroan akan menggabungkan PT Pertamina Geothermal Energy (PGE), PT Geo Dipa Energi (Persero), dan PT PLN Geothermal dalam struktur baru tersebut.

Baca Juga: Erick Thohir Bikin Holding BUMN Pangan, Perum Perindo Ganti Status Jadi Persero

Target finalisasi holding pada tahun ini dibenarkan oleh Direktur Mega Proyek PLN M. Ikhsan Assaad. Kepada MNC Portal Indonesia, dia mengaku bahwa pihaknya sudah mendapat arahan dari pemilik saham mayoritas.

"Memang arahan Pak Menteri Erick itu, direncanakan pembentukan Holding Geothermal, terdiri dari PLN, kemudian juga Pertamina, kita juga punya anak usaha PLN Geothermal, kemudian kemudian Geo Dipa, rencananya tahun ini selesai," ujar dia saat dihubungi, dikutip Senin (22/2/2021).

Baca Juga: Daya Saing Holding BUMN Ultra Mikro Bisa Kalahkan Fintech

Merespon arahan Erick Thohir, manajemen kedua perseroan pun sudah melakukan sejumlah pertemuan. Dalam pembahasan awal, keduanya memaparkan aset dari masing-masing anak usaha. Pembahasan juga perihal Capital Expenditure (Capex) atau belanja modal anak usaha perseroan.

Masing-masing manajemen mewakili anak usahanya memaparkan poin-poin fundamental dari kinerja anak usaha.

"Sudah berapa kali, kami menyampaikan aset kami seperti apa, aset PLN Geothermal, kami seperti apa, pembangkitnya seperti apa, kemudian juga dari teman-teman Pertamina juga menyampaikan, Jadi kita dipanggil rapat sama beliau jadi arahnya ke sana (holding), kemudian juga Capex ini investasinya besar, sehingga butuh kolaborasi antara BUMN untuk mengembangkan panas bumi ini," katanya.

Ihwal penggabungan aset, Ikhsan menyebut, masih akan dibahas lebih lanjut. Saat ini Kementerian bersama manajemen masih menyelesaikan pembahasan awal sebelum sampai pada merger aset ketiga anak usaha BUMN di sektor energi, panas bumi, dan gas tersebut.

"Saya kira ada pembahasan lebih dalam, tapi itu memang targetnya tahun ini, jadi memang kita tiap seminggu, kita ketemu untuk selesaikan isu-isu yang perlu diselesaikan. Saya kira sih bagus ya, nanti bisa lebih cepat pengembangan panas bumi ini," tutur dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini