UU Cipta Kerja Bakal Atur Penggunaan Lahan Sawah

Giri Hartomo, Jurnalis · Senin 22 Februari 2021 15:27 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 22 320 2366273 uu-cipta-kerja-bakal-atur-penggunaan-lahan-sawah-AY6BVHQKO8.jpg Sawah (Foto: Setkab)

JAKARTA - Alih fungsi lahan persawahan menjadi non persawahan kini mengancam sektor pertanian. Bagaimana tidak, setiap tahunnya ada sekitar 90.000 hektare (ha) lahan persawahan yang hilang akibat adanya alih fungsi lahan.

Jumlah lahan persawahan pun berpotensi untuk terus mengalami penyusutan. Apalagi setelah Undang-Undang Cipta Kerja mulai berlaku.

Direktur Pengendalian Hak Tanah, Alih Fungsi Lahan, Kepulauan dan Wilayah Tertentu Kementerian Agraria dan Tata Ruang atau Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Asnawati mengatakan, adanya UU Cipta Kerja membuat potensi kehilangan lahan pertanian akan semakin besar dan bisa terus meningkat. Mengingat, tujuan dari UU Cipta Kerja adalah untuk menarik investasi sebanyak-banyaknya ke dalam negeri.

Baca Juga: Terungkap! Ini Alasan Banyak Investor Incar Lahan Sawah untuk Investasi 

Sementara itu, alih fungsi lahan sendiri diperbolehkan asalkan beberapa hal yakni kepentingan umum dan juga karena bencana. Yang dimaksud kepentingan umum adalah beberapa proyek prioritas yang masuk ke dalam Proyek Strategis Nasional (PSN).

"Secara garis besar bahwa alih fungsi lahan pertanian pertama kepentingan umum atau PSN kedua adalah bencana-bencana," ujarnya dalam acara Webinar PPTR Expo, Senin (22/2/2021).

Namun bukan berarti lanjut Asnawati, bisa dilakukan semena-mena. Karena dalam UU Cipta Kerja diatur berbagai kriteria yang ingin menjadikan lahan sawah sebagai PSN.

“Bahkan dalam UU Cipta Kerja sendiri bukan hanya syarat, ditentukan juga sanksi yang akan dilaksanakan. Berikutnya juga disusun alih fungsi lahan di sini disampaikan waktunya orangnya dan lain sebagainya,” katanya.

Sementara itu, Kasubdit Pengendalian Alih Fungsi Lahan Kementerian ATR/BPN Vevin Syoviawati Ardiwijaya mengakui jika adanya UU Cipta Kerja akan semakin memperbesar alih fungsi lahan sawah. Karena banyak sekali alih fungsi lahan yang dibangun untuk kepentingan umum.

"Sebelum UU Cipta Kerja ini terbit sudah ada indikasi penurunan lahan sawah 150 ribu hektare per tahunnya dengan UU ini tentu saja alih fungsi lahan semakin besar lagi karena banyak sekali PSN dan kepentingan umum yang dibangun di sawah,” jelasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini